13 May 2009

Kegiatan Baru

Gwe lagi punya kegiatan baru nih. Nulis Sinopsis, gak tauk buat apa tapi ternyata nulis sinopsis itu lebih seru dibandingin bikin Cerpen -apalagi Novel, xp- dan Prosa. Beberapa hari yang lalu sebenernya ada temen gwe yang nawarin untuk ngirim beberapa Sinopsis untuk diangkat ke Film Televisi di Trans TV, tapi gak tauk deh kelanjutannya gimana karena gwe sekarang buat-buat aja, hahahahaha. Kemaren gwe udah ngepublish beberapa judul yang mau gwe tulis, berharap minggu ini selesai, tapi ternyata setelah gwe posting dan mencoba serius bikin Sinopsis itu langsung selesai tiga-tiganya dihari yang sama. x)

Terus kemaren juga -saat gwe chat sama temen gwe yang penulis juga- dia ngingetin gwe untuk ikut Short Story Competition yang diadain sama LA-Lights, dan WOW, untung dia ngingetin gwe karena sebenernya gwe udah punya rencana untuk ikut itu bulan April lalu waktu iklannya gwe liat di Koran Kompas. Batas pengumpulan terakhirnya tanggal 1 Juni 2009, dan kayaknya gwe akan ngirimin karya gwe yang 'HARI PRABU' kesana dengan edit sana-sini sehingga menjadi sebuah Cerita Pendek, bukan Sinopsis lagi. Kalo menang, maka cerita gwe ini akan dijadiin Short Movie dan gwe bakalan bikin Skenario bareng Salman Aristo dan Titien Wattimena. OKE BANGET!

Dan rencananya 'SAAT TARI MENARI' lah yang mau gwe kasihin ke temen gwe untuk diliat oleh Produser, kalo lolos berarti kemungkinan dijadiin Film Televisis di Trans bakalan terlaksa, tapi balik lagi, ini masih rencana. x)

Sinopsis terakhir, 'RAHASIA RASYA' sebenernya yang paling oke dibandingin ketiga Sinopsis yang gwe buat. Tapi kan menggunakan semboyan 'save the best for last' gwe akan membuat Rahasia Rasya lebih mantep dan layak untuk dibaca sehingga ada orang yang tertarik untuk ngegarap jadi sebuah Film -apapun, Film Televesi kek, Film Pendek kek, atau Film Layar Lebar (amien, xp) kek- yang oke.

wish me luck guys.

12 May 2009

Sinopsis

terlalu banyak ide malah ngebuat gwe kesumpekkan, jadi gwe tulis aja deh yang mau gwe tulis :

1. Hari Prabu

2. Saat Tari Menari

3. Rahasia Rasya

tiga ini yang menjadi prioritas, huah, harus selesai minggu ini.

01 May 2009

Rumah Kakek

waktu itu aku berumur empat atau lima tahun. aku, adik, ayah, dan ibu masih menumpang tinggal dirumah kakek. rumah kami masih dalam tahap pembangunan dan hanya beberapa blok dari rumah kakek.

setiap hari sepulang sekolah, aku bermain-main di taman depan rumah kakek, dan biasanya aku mengajak adikku yang masih berumur tiga untuk ikut bermain bersamaku. bila tingkat kenakalan kami sudah tinggi, biasanya kami akan memanjat pohon jambu yang tingginya bukan main. dan saat itulah kakek keluar dari rumah membawa sapu lidi, menyuruh kami turun sambil berteriak. nenek dan ibu sudah biasa mendengar kakek meneriaki aku maupun adikku, memang seingatku, aku bukanlah anak yang baik saat berumur segitu.

saat sore biasanya kakek akan menyapu halaman, karena halaman rumah kakek memang luas dan ditanami banyak tumbuh-tumbuhan. dia mengumpulkan daun dan ranting yang berjatuhan, lalu membakarnya saat malam. aku dan adikku menamakan 'permainan bakar-bakaran' bila kakek mengajak kami menonton pembakaran daun dan ranting. kami bertiga tertawa bersama malam itu, kakek memang aneh. tadi siang dia siap memukul kami dengan sapu lidi, tapi di malam hari dia penuh kasih sayang menyuruh kami untuk tidak terlalu dekat dengan api.

kenakalan lain yang paling aku ingat adalah mencoret-coret dinding. biasanya sepulang sekolah, saat kakek sedang tidur siang. aku dan adikku akan menggambar gunung, ikan, sawah, matahari, kupu-kupu, bola, dan lain-lain ditembok ruang tamu. dan saat kakek terbangun, melihat hasil karya aku dan adikku, dia marah, dan memukul kami dengan penggebuk kasur, biasanya aku dan adikku akan lari-lari sambil menangis mencari nenek atau ibu untuk berlindung. dan saat hari sudah sore, kakek membelikan kami es krim walls yang lewat didepan rumah. aku dan adikku tidak takut lagi dengan kakek, kami bertiga makan es krim di teras rumah. setelah es krim kakek habis, dia ke taman dan mulai menyapu halaman untuk persiapan 'permainan bakar-bakaran' nanti malam.

kakek juga pernah mengunci aku dan adikku dikamar mandi, lalu dia mematikan lampunya. itu gara-gara kami menyumbat saluran air dengan baju kami dan mulai menghidupkan keran sampai penuh lalu air didalam bak tumpah. aku dan adikku menamakan ini sebagai 'permainan banjir-banjiran', dan kakek marah karena air bukan saja membanjari kamar mandi, tapi kedapur dan ruangan yang lain. makanya dia menginginkan kami untuk menyelesaikan mandi, lalu pergi mengaji.

waktu itu aku sudah berumur tujuh atau delapan. aku sudah tidak mencoret dinding ruang tamu rumah kakek lagi, memanjat pohon jambu, atau menyumbat saluran air. lagipula aku sudah tidak tinggal disana. tapi rumahku hanya beberapa blok dari rumah kakek, dan setiap habis mengaji di TPA aku akan bermain dirumah kakek. kakek tetap suka mengadakan 'permainan bakar-bakaran', kali ini kakek mengizinkan aku yang menyalakan korek api nya, meskipun dari dulu aku memintanya untuk mengizinkan menyiram daun dan ranting dengan minyak tanah. tapi bukan masalah, setidaknya aku yang memegang korek api. adikku saat itu benar-benar cemburu, tapi kakek bilang, dia akan dapat giliran menyalakan api nanti.

hari Sabtu, aku dan adikku suka menginap dirumah kakek. biasanya kakek selalu mengadakan kontes 'siapa yang bangun paling pagi' kepada kami bila kami menginap disana, hadiahnya adalah roti coklat yang selalu lewat didepan rumah kakek. aku hampir tidak pernah menang, adikku selalu lebih dulu bangun karena dia (selalu) mengompol di kasur dan terbangun tepat dipukul enam. aku harus puas melihat dia memakan roti coklat saat menonton doraemon.

kakek menghadiahi kami berdua sepeda. untukku adalah sepeda roda dua berwarna biru, sedangkan adikku sepeda roda dua dengan dua penyangga dibelakang berwarna merah. curang sebenarnya, karena adikku dengan mudah mengendarai sepedanya. rodanya ada empat, sedangkan aku ? aku tidak bisa mengatur keseimbanganku. tapi setiap sore setelah mengaji, kakek mengajariku dengan sabar. dia bilang kalau belum jatuh tiga kali, maka aku tidak akan pernah bisa naik sepeda. dan ternyata kakek benar, setelah jatuh untuk yang ketiga kalinya, aku bisa mengendarai sepeda roda dua. setelah itu kemana-mana aku dengan bangga menggunakan sepeda roda dua pemberian kakek.

saat umurku telah berubah menjadi sembilan. kakek mengalami sakit gula, diabetes nama ilmiahnya. atau kata adikku 'penyakit gula-gula' karena kakek kebanyakan makan gula dan permen. lalu tidak lama kemudian, kakek stroek, badannya tidak bisa digerakkan lagi. dia hanya berbaring dikamar. ayah, ibu, nenek, om, dan tante sudah menempuh berbagai cara pengobatan. tapi kata mereka kakek tidak mengalami kemajuan. akhirnya dia benar-benar hanya tidur dikamarnya, setiap dia ingin makan atau membung air, dia akan membunyikan bel yang ada ditangannya.

umurku tujuh belas tahun saat aku mengunjungi Ka'bah. aku hanya berdua ayah waktu itu, sedangkan ibu dan adikku tinggal dirumah. aku masih ingat waktu ayah membacakan do'a untuk kakek, bukan untuk kesembuhannya, tapi untuk kematiannya. kakek sudah tidak pernah bergerak sejak delapan tahun lalu, ayah menangis dan berkata akan mengikhlaskan kakek bila Dia memang mau mengambilnya, kakek sudah begitu menderita dengan penyakitnya.

hari ini aku berumur sembilan belas tahun. adikku mengirimkan pesan singkat yang berbunyi 'Kak, Kakek meninggal !' dan aku tidak tahu bagaimana harus bereaksi. aku langsung menelpon adikku, dan dia sedang menangis. rumahku masih rumah yang sama, rumah yang hanya beberapa blok dari rumah kakek. adikku sedang disana bersama ayah dan ibu serta tante dan om untuk menemani nenek.

"Gwe ke rumah kakek sekarang, gwe naik Bis jam delapan !"

dan itu adalah pertama kalinya dalam hidupku, aku menyebut rumah hijau itu sebagai rumah kakek. karena selama ini, aku dan adikku selalu berteriak : "Ibu, aku sama adik mau ke rumah nenek dulu yah !"

-----

PS : mengenang si Kakek, Nasrun Nazir Saman
14 September 1939 - 30 April 2009

21 April 2009

sudah berniat

hari ini gwe bangun jam setengah tujuh, alarm handphone yang berbunyi Supermassive Blackhole mungkin yang bisa disalahkan dalam hal ini. seperti biasa, gwe akan menghidupkan TV dan langsung mengganti channel ke Global. dan tarraaaa, Spongebob dan Patrick lah yang pertama kali gwe liat didunia ini. sambil mengumpulkan nyawa yang masih terbang-terbangan, gwe nontonin kelakukan luar biasa janggal dari Spongebob dan Patrick. jam tujuh pas gwe pun mandi, ehm, gak mandi sih. maaf, tapi pagi ini Jatinangor dinginnya kelewatan. setengah tujuh lebih dikit gwe jalan ke Kampus, setelah hampir seminggu kemaren gwe gak ke Kampus. gwe udah mempunyai niat yang sangat baik untuk mengikuti satu mata kuliah yang tertera di jadwal dinding kamar gwe di hari Selasa, yaitu Ekonomi Politik. jam delapan kurang gwe udah duduk manis sambil ngecek Facebook melalui handphone sambil menunggu Dosen. kelas seperti biasa berisiknya, kelas seperti biasa ramainya, tapi tiba-tiba Ketua Kelas kami tercinta datang memmbawa kabar yang menyenangkan bagi teman-teman. Dosennya gak masuk, wow, indah sekali dunia ini bagi teman-teman. tapi gwe ? yang udah dengan sangat niat untuk mengikuti mata kuliah favorite, yang udah melewatkan sarapan karena takut terlambat, yang udah jalan kaki menuju Kampus. arrrggghhhh, lagi-lagi niat gwe terhalang oleh sesuatu. grrrrr.

13 April 2009

Memulai Lagi

Iya, jadi gwe udah memutuskan untuk memulai lagi membuat Cerpen, sebenernya Cerpen yang udah lamaaaaa banget ada di otak gwe dan sampe sekarang belum terealisasikan. Karena gwe selalu mempunyai alasan konyol : "ceritanya udah tamat di pikiran gwe !", aneh emang, tapi gwe mikir untuk apa ditulis kalo gwe udah tauk endingnya ? hahahahahaha. Tapi sekarang gwe mau coba menuliskan Cerpen itu lagi, Cerpen yang bahkan menurut gwe (terserah sih mau dibilang subjektif, xp) bagus banget.

Rencananya gwe mau bikin kumpulan Cerpen (karena gwe selalu gak sanggup bikin sebuah Novel) aja, dan sekarang gwe punya sumber inspirasi baru. jadinya, pasti didukung deh. hahahahaha. wish me luck guys.

19 March 2009

maaf maaf

iya, gwe minta maaf yah sama loe, gwe udah lama enggak ngasih kabar. beneran deh, gwe sibuk sama kegiatan gwe di JATINANGOR, dan gwe males ke warnet cuma untuk ngetik kegiatan gwe. tapi tenang, kost an bernama Puri Cendana kamar B10 udah ada sambungan internetnya, jadi janji deh bakalan diisi. maaf yah Blog.

*gwe gila ? EMANG. hahahahahahahaha.

27 January 2009

PEMALAS

gwe itu pemales. beneran deh. hari ini (well, kemaren tepatnya, udah jam 12 lewat sih. ahahaha. xp) gwe bangun jam 6 pagi, padahal gwe baru tidur jam 1, setelah gwe pulang dari Puncak itu. dan entah kenapa gwe selalu menjadi orang paling goblok sedunia kalo tanggalan udah merah.
.
jadi ceritanya, setelah gwe bangun, gwe nungguin koran Kompas seperti biasa. tukang koran biasanya dateng jam setengah 6, dan ini udah jam 6 kok gak dateng2, orang rumah gwe belom ada yang bangun, jadi gak mungkin koran nya udah di ambil dari luar rumah. akhirnya gwe sabar menunggu sambil ngisi buku TTS yang gambarnya Paris Hilton, buku TTS yang kayaknya dibeli nyokap gwe waktu lagi di Bis atau Kereta, hahahaha. dan jam setengah 7 bokap gwe bangun, nanyain gwe lagi ngapain, kok jam segini udah bangun, dan gwe cuma jawab, "nungguin koran Pa !" lalu bokap gwe dengan sangati menjawab, "loh, tanggalan kan merah ? koran ga terbit !" YAH, GWE LEMESSSS. akhirnya gwe minta dibuatin mie goreng sama pembantu gwe, untung jam 8 ada Doraemon dan Nobita di Negeri Angin yang disiarkan oleh RCTI. nonton lah gwe dengan seksama, gwe udah apal mati sama cerita nya karena kebetulan gwe punya komik nya. tapi lumayan lah nontonin Nobita yang konyol, hehehehe.
.
jam setengah 10 film nya selesai, gwe ke kamar adek gwe yang cewek dan on line menggunakan VAIO Pink nya itu, dan gwe ngiri karena keyboard nya enak banget buat ngetik, gak tauk gwe yang lebay atau emang beneran enak banget, hahahaha. jam setengah 11an gwe berencana untuk tidur lagi karena jam 1 nanti gwe ada acara reunian kelas jam 1 di Margo City, tapi akhirnya gwe ketiduran sampe jam 6 sore. handphone gwe udah penuh sama SMS sejenis "Vin, loe dateng gak ?", hahahaha, dasar gwe goblok. xp
.
bangun cuma buat makan, terus gwe masuk kamar lagi, dan TIDUR LAGI, hwahahaha, gak ngerti degh gwe sama pola hidup gwe ini. bangun2 udah jam setengah 11 malem, saat gwe masih setengah sadar, gwe pikir udah jam setengah 11 siang, ternyata hari belum berganti. dan sekarang, gwe gak bisa tidur lagi deh. ayo ayo, online sampe pagi. hahahaha.