18 April 2012

Jalan Menuju Jailolo

Seorang teman pernah bilang, "Sayang, negara bagus, kok, dianggurin?!" Itu cukup untuk menampar gue yang sudah terlalu nyaman hidup di kota besar Indonesia.

Gue menyadari kalau gue mempunyai jiwa petualang yang luar biasa besar karena gue cinta mati sama pelajaran geografi sejak SD, meghafal nama Ibukota Negara, Selat, Gunung, dan lain-lain? Gue sukaaa banget. Gue travelling melalui buku-buku yang gue baca, dulu, sudah cukup puas. Sekarang? Nggak! Sejak gue berumur 19 tahun, yaitu tahun dimana gue harus menempuh pendidikan di kota yang bukan kota kelahiran gue, gue semakin 'liar' mencari jalan keluar dari kota besar. Dan semua Provinsi di Pulau Jawa sudah gue datangi, gue sebagai orang yang berdarah Sumatera (yang kalau mudik melalui Selat Sunda, bukan Pantura) dan tidak memiliki saudara di tanah Jawa, cukup bangga dengan hal ini. Dan mungkin ini cupu bagi para backpacker yang sudah kemana-mana, tapi gue cukup puas dengan pencapaian terbaik gue, yaitu naik kereta ekonomi dari Bandung sampai Jogja, sendirian.

Awal tahun 2012, gue membuat daftar resolusi yang mau gue lakuin, salah satunya adalah menginjakan kaki di Pulau Kalimantan atau Sulawesi, karena masih masuk akal untuk gue, yang masih berstatus sebagai mahasiswa, menabung, lalu pergi ke Balikpapan atau Makassar. Maluku? Gue sangat tertarik dengan Sofifi. Gue, yang juga pencinta sejarah, pengen banget ngeliat peninggalan Kesultanan Ternate dan Tidore, selain itu, Maluku adalah tujuan utama Portugis untuk mengambil rempah-rempah, jauh sebelum Belanda menaklukan Jawa! Maluku sexy banget di mata gue yang freak sama sejarah! Tapi, gue belum berani untuk ke sana, ke Indonesia bagian timur. Gue takut karena perbedaan SARA, yang pada akhirnya membuat Maluku dan Irian Jaya masuk ke dalam daftar travelling 'nanti-nanti aja kalo ada yang mau nemenin'.

Sampai akhirnya, di awal tahun ini, teman yang sama yang bilang bahwa sayang negara bagus dianggurin mengabari bahwa ada Festival Teluk Jailolo 2012. Gue sama sekali nggak tahu ada festival semacam itu, di Jailolo? Di mana pula itu? Tenyata geografi gue nggak sebagus itu, hahaha. Sampai akhirnya gue mencari tahu. Kasak-kusuk sana sini dan dengan bantuan teman gue itu, gue tahu kalau Festival tersebut memiliki account Twitter dan Page di Facebook. Mulai lah gue berandai-andai untuk bisa ke sana. Tabungan gue memang nggak akan cukup untuk membiayai gue Jakarta-Makassar-Ambon-Ternate-Jailolo PP, belum lagi akomodasi di sana. Maka, cukuplah bagi gue untuk ikut senang dengan gambar-gambar yang diposting oleh account Twitter Festival Teluk Jailolo.

Lalu tiba-tiba ada kesempatan buat gue (dan siapapun yang tahu) untuk ke Festival Teluk Jailolo 2012 secara cuma-cuma, karena Festival itu mengadakan kuis dan menanggung segala akomodasi sebagai hadiahnya. Jadi apa salahnya dicoba? Mungkin keberuntungan lagi berpihak ke gue (atau mungkin kalian yang membaca tulisan ini dan ikut mencoba kuisnya).

Pertanyaan pertama adalah, Kenapa saya mesti mengikuti acara Festival Teluk Jailolo 2012?

Buat gue: "Hah? Kenapa nggak?" Gue merasa masih terlalu muda untuk tahu apa saja yang ditawarkan alam untuk gue lihat, untuk gue datangi, untuk gue rasa, untuk gue pelajari. Sensasi melihat langsung Maluku secara umum, dan Festival Teluk Jailolo secara khusus jelas membuat gue mau ke sana. Selagi ada kesempatan, selagi gue masih sehat, gue mau ngerasain alam sebanyak-banyaknya. Lagipula, siapa yang bisa menolak menonton pertunjukan Cabaret on The Sea di Festival Teluk Jailolo? Kalau ada yang menolak, gue cuma bisa bilang: "I'm sorry for you."

Terus selanjutnya, Imajinasikan dan ceritakan hal apa yang akan kamu lakukan jika terpilih dan jalan-jalan ke Halmahera Barat?

Gue sempet googling untuk mencari tahu tentang Halmahera Barat, tapi yang pasti, yang pertama kali gue lakukan kalau gue menang dan bisa jalan-jalan di Halmahera Barat, hahaha, gue akan senyum sepanjang hari, setelah pengumuman menang sampai acaranya selesai! Gue bakalan pamer ke teman-teman gue bahwa gue akan ke Maluku Utara, tempat yang masih jarang gue denger sebagai tempat liburan orang-orang kebanyakan, apalagi teman-teman gue. Pasti pertama kali denger rencana gue mau ke Halmahera Barat mereka bakalan berpendapat: "Dih, ngapain loe ke Maluku? Ada apaan juga di sana?" Tapi setelah mereka ngeliat foto-foto gue di Facebook, Twitter, dan Blog gue, terus ngedenger cerita betapa menyenangkannya selama di sana, mereka akan bilang: "Eh, Festival Teluk Jailolo tahun depan kapan, sih? Ke sana, yuk. Kita nabung dari sekarang." Dan gue akan jadi orang paling jumawa karena gue udah pernah ke sana.

Dan yang terakhir, Buat itinerary singkat perjalanan di Halmahera Barat selama seminggu (minimal tempat apa saja yang akan didatangi, hal apa saja yang dilakukan)!

Ah, ini seru banget. Jadi, jadi, apa saja yang mau gue lakukan selama seminggu di Halmahera Barat selain menghadiri dan seru-seruan dengan Festival Teluk Jailolo? Hmm, yang pasti gue akan memperhatikan penduduk sekitar. Gue yang mempunyai cita-cita sebagai penulis, suka banget memperhatikan orang, tingkah laku, cara berpikir, gerak tubuh, apapun yang bisa membuat gue menciptakan tokoh. Sehingga, yang sudah pasti gue lakukan seminggu penuh adalah memperhatikan penduduk lokal, dimana pun nanti gue temukan. Gue sebenernya nggak begitu suka wisata kuliner, tapi kapan lagi gue bisa nyobain makanan khas Maluku? Kapan lagi? Jadi, gue akan nyoba makanan yang disediakan, kalau bisa, semuanya. Gue mau Snorkeling! Gue sama sekali nggak ragu sama keindahan laut di Halmahera Barat, di Maluku. Ah, gue bahkan saat nulis ini udah kegirangan bakalan liat trumbu karang super bagus dan ikan-ikan yang bisa diajak main. Mau Diving juga, sih, tapi lihat nanti aja, lah. Soalnya pengalaman Diving gue nggak seseru pengalaman Snorkeling gue, hahaha. SEJARAH DAN BUDAYA, iya itu gue sengaja capslock karena itu tujuan utama gue. Seperti pembukaan gue di atas, gue cinta mati sama sejarah, nggak akan gue lewatin berkunjung ke Benteng Sabuga, benteng yang didirikan sama orang Spanyol sebelum akhirnya membagi kekuasaan dengan Portugis. Portugis tetap di Maluku, Spanyol naik ke atas, ke Filipina. Gue mau ngedatengin apapun tempat peninggalan Kesultanan Ternate dan Tidore yang ada di Halmahera Barat. Atau ngedenger cerita dari guide dengan bahasa Indonesia dengan logat Indonesia Timur juga cukup.

Jadi, begitulah. Apakah gue akan menang dan ke Festival Teluk Jailolo 2012 lalu bisa pamer sana-sini? Tunggu aja update gue di Blog ini, hahaha. Ya, kalau pun gue nggak menang, setidaknya gue udah berkontribusi memberitahu kalian (semoga ada yang baca, yah) bahwa ada Festival tahunan di Indonesia, bagian Timur, di Halmahera Barat, di Provinisi Maluku Utara (semoga kalian yang baca tahu kalau Malaku sekarang sudah dimekarkan menjadi 2 provinsi) yang bernama Festival Teluk Jailolo. Kalau kalian ada waktu, dan memiliki budget yang pas, nggak ada salahnya nyoba ke sana, setidaknya sekali seumur hidup. Cobain! Emangnya nggak bosen pergi ke negara tetangga terus yang cuma gitu-gitu aja?

"Sayang, negara bagus, kok, dianggurin!"

03 January 2012

Konsistensi

Hey, apa kabar?

Oke, jadi begini, gue sekarang memutuskan untuk ikut proyek yang sebenernya proyek udah lama banget diikuti oleh orang-orang, yaitu #30HariMenulis di Blog. Kenapa gue bilang proyek yang udah lama banget? Karena sekarang, blogger-blogger yang gue blogwalking-in udah pada punya proyek #365HariMenulis di Blog! Hahaha. Gue nggak yakin gue bisa sekonsisten itu, maka gue memilih untuk melakukan proyek yang lama aja.

Sejauh ini gue lagi konsisten nih, ya, berhubung masih tiga hari juga. Semoga konsistensi gue ini berlangsung selama 27 hari ke depan sehingga gue bisa pamer kalo ternyata gue cukup konsisten!

Oh iya, gue nggak akan nulis di blog ini, karena seperti yang kalian tau (Tau? Emangnya gue siapa? Woy!) bahwa blogspot gue hanya dijadikan untuk jadi tempat curhatan gue aja, atau segala macem pemikiran gue tentang apapun.

Jadi, buat temen-temen yang mau ngecek konsistensi gue, silakan main ke blog gue yang satu lagi, ini linknya: AZ!

By the way, sebenernya gue juga mau konsisten nulis tentang kejadian sehari-hari gue disini. Tapi entah kenapa gue yakin kalo hidup gue nggak seseru itu, jadi lain kali aja deh #30HariMenulis blog kejadian sehar-hari disini, hahaha.

See you soon, blog!

02 January 2012

Kutinggalkan Hatiku Di Jalan Braga


Hey lagi!

Maaf, belum juga 24 jam gue udah nulis lagi disini. Tapi gue baru sadar kalo gue belum mempromosikan buku gue yang diterbitin melalui nulisbuku.com yang tadi gue mention di postingan gue sebelumnya.

Jadi, gue mengumpulkan semua notes Facebook gue, yang ternyata banyak banget (Dan ternyata gue segalau itu!), karena tadinya gue berencana untuk nge-deactive account disana. Rencananya sih buat lucu-lucuan aja dijadiin buku melalui nulisbuku.com. Setelah naskahnya gue upload dan diterima oleh mereka dan gue udah mencetak tiga buku untuk gue sendiri, ternyata banyak temen gue yang mau beli, sehingga ngebuat gue mengurungkan niat untuk menarik peredarannya di nulisbuku.com.

Untuk temen-temen disini yang mungkin mau beli, silakan:


Atau mungkin yang tertarik dengan design cover buku gue, bisa mengubungi Amritsa, dia yang ngebuat cover keren Jalan Braga di atas. :)

Terima kasih.

01 January 2012

Resolusi (mungkin) Terakhir

Hey, apa kabar?

Iya iya, silakan marahin gue yang udah lama banget nggak nulis disini, hahaha.

Jadi, halo semuanya. Apa kabar? Sekarang udah tahun 2012 loh. Menurut kalender Suku Maya, waktu gue hidup sekitar 1 tahun lagi karena tanggal 21 Desember 2012 adalah akhir dunia. Hahaha!

Tapi, thanks to the Mayan, gue jadi mikirin kalo sampe beneran kejadian kiamat pada tanggal itu. Karena sekarang gue jadi terburu-buru mau ngelakuin apa yang pengen gue lakuin. Gawat sih, karena deadlinenya tinggal 1 tahun. Tapi apa salahnya mencoba?

Jadi, sekarang gue akan membuat resolusi (yang mungkin) terakhir. Setelah gue pikir-pikir, ternyata apa yang gue mau di dunia itu simple. Kelewatan malah simplenya. Karena gue tipe orang yang bebas dan nggak begitu ribet ngurusin ini dan itu, hal yang pengen gue lakuin di dunia adalah:

1. Keliling

Oke, jadi ambisi gue untuk keliling dunia nggak mungkin terlaksana di tahun ini kecuali tiba-tiba ada miliyarder yang ngewarisin semua hartanya ke gue, dan itu nggak mungkin karena gue nggak punya kenalan miliyarder. Jadi, kita persempit aja 'keliling' nya menjadi keliling Indonesia. Walaupun Indonesia itu luasnya lebay banget, dari 33 provinsi di Indonesia, gue udah nginjekin kaki 12 provinsi, yaitu: DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Sumatera Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, (perbatasan) Jawa Timur, dan Bali. Well, belom setengahnya, tapi gue udah bangga dengan pencapaian gue itu. Jadi, obsesi gue tahun ini: Gue harus nginjekin kaki di Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi. Setidaknya, sebelum kiamat, gue harus nginjekin kaki di setengah dari jumlah provinsi di Indonesia, yaitu 16/17 provinsi. Gue cuma butuh 4/5 provinsi lagi supaya resolusi ini berhasil! Selain itu, berhubung gue dari SD suka banget sama Geografi, dan hafal mati dengan letak astronomis Indonesia (6°LU-11°LS dan 95°BT-141°BT), dari dulu gue punya obesesi berdiri di titik tersebut, yang berarti gue harus ke Sabang, Kep. Rote, Kep. Talaud, dan tentu saja Merauke. Selain empat titik itu, ada satu kota yang juga penting harus didatengin karena dia punya tugu istimewa, yaitu Tugu Khatulistiwa. Yang nebak Pontianak silakan traktir diri kalian masing-masing. Hahaha!

2. Terbit

Nggak ada hubungannya dengan Matahari karena seperti yang kalian tau (Hah? Emangnya kalian tau? Siapa gue?) kalo gue itu bukan fans Matahari, gue orang malam, lebih suka aktif dan berkegiatan di malam hari. Terbit disini adalah menerbitkan buku. Jadi, udah lamaaaaaaa banget gue pengen punya buku, dan Alhamdulillahnya ada sebuah website yang bisa ngebuat setengah mimpi gue tercapai di akhir 2011 kemarin, nama websitenya nulisbuku.com. Disitu siapa pun bisa nerbitin buku. Serius! Mau loe kirim naskah catetan belajaan loe disana, kalo lebih dari 100 halaman, pasti bisa terbit, hahaha. Tapi berhubung gue sadar kalo itu cupu (Bukunya nggak masuk toko buku by the way, loe cuma bisa mesen via online. Jadi jangan tanya gue bisa dibeli di Gramedia mana!), gue harus banget nerbitin buku tahun ini dengan cara yang benar, ya, melalui penerbit.

3. Film

Gue cinta sama film, bahkan film paling jelek yang pernah dibuat oleh Nayato Fio Nuala pun kadang gue tonton buat hiburan. Lumayan loh, kalo lagi kesel, ngabisin uang sekitar 20 ribuan (Karena nggak segitu begonya ngabisin banyak uang buat film yang udah pasti jelek.) nonton film sambil ngetawain betapa begonya sutradara dan produser yang cuma mau duit. Jadi, tahun ini gue harus bikin film, mau sependek apapun. 15 menit kek gitu, atau 10 menit juga nggak apa-apa. Eh, 5 menit juga nggak apa-apa. Wait, emang ada film pendek yang cuma 5 menit? Ya, pokoknya bikin film deh.

That's it! Nah kan, resolusi (yang mungkin) terakhir gue ternyata simple, kan? Nggak ribet. Cuma berhubung yang buat resolusi ini gue, orang yang sama yang buat postingan sebelum postingan ini, yaitu: orang pemales! Kita liat aja nanti.

Oke, sampai beretemu lagi blog. Semoga nggak lama-lama yah ketemu laginya.

14 April 2011

Cerita Fajar

Hey, gue balik! :)

Jadi seperti yang gue tulis di post sebelumnya. Gue lagi didalam titik terendah dalam masalah pendidikan gue. Cupu sih emang masalahnya, tapi tau nggak kalo selama ini gue selalu berpikir bahwa satu-satunya masalah dalam hidup gue adalah: KULIAH!

Kemaren akhirnya gue gagal, tugas gue nggak selesai dan gue memutuskan untuk menyerah. Iya, gue akhirnya nyerah, gue matiin laptop dan gue tidur. Nggak peduli dengan apa yang nanti menimpa gue. Kesel sih, tapi berhubung udah lewat, mau gimana lagi? Gue nggak bisa ngelawan gue. Gue yang sok pintar selalu berhasil mengalahka gue yang sok bijaksana. Itu masalahnya!

Kali ini gue menghadapi situasi yang sama. Yep, gue sedang mengerjakan tugas yang akan dikumpulin jam 8 pagi nanti. Ini lebih parah dari sekedar tugas mapping kemaren. Kali ini tugasnya bikin makalah dengan studi kasus. Bayangin, studi kasus? Bahkan gue nggak tau harus nulis apa di kolom pembahasan. Semangat gue masih ada untuk ngerjain tugas ini, semoga aja nggak kayak kemaren deh. Semoga!

12 April 2011

Curhatan Brutal

Hey Blog, apa kabar?

Parah, udah lama banget gue nggak ngunjungin loe. Post terakhir adalah tahun lalu di bulan November? Wow, loe melewatkan banyak cerita dari gue kan pasti? Hahaha. Jadi mari kita mulai bercerita, agar kita kembali akrab.

Jadi, saat gue ngetik ini sebenernya gue lagi dikejar sama yang namanya deadline TUGAS yang emang gue tumpuk dari bahkan tiga minggu yang lalu. Tugas itu harus dikumpulin nanti jam 8 pagi. Dan ada TUGAS lain yang harus dikumpulin jam 1 siang. Waktu gue kurang lebih 3 jam untuk ngerjain dua tugas itu, tapi seperti yang loe tau, gue malah nulis blog. Karena apa? Karena gue bingung gimana harus ngerjain tugasnya. Tunggu, tunggu, salah. Gue bukannya nggak tau bagaimana cara mengerjakannya, tapi gue nggak tau kenapa gue nggak punya mood untuk ngerjainnya. Seakan-akan gue nggak punya tanggung jawab disana.

Dan ini yang aneh, sejak tiga minggu yang lalu gue ngerasain ini. Ngerasain kalo gue berada di Jurusan yang salah, bukan bukan, bukan Jurusannya yang salah. Gue menyalahkan Universitasnya. Bukan juga sih, hmm, oke, gue yang salah. Gue menyalahkan diri gue yang tiba-tiba memutuskan untuk pindah Kuliah di tempat yang ternyata ngebuat gue nggak nyaman untuk tinggal. Ahh, gue barusan bilang apa? 'nggak nyaman'? Shit! Akhirnya keluhan itu keluar juga dari mulut gue -well, melalui tulisan- yang udah berkali-kali coba untuk nggak gue keluarin.

Pemikiran bahwa kesalahan terbesar gue adalah pindah dari Universitas Indonesia yang jelas-jelas berlokasi di Depok yang cuma berjarak kurang lebih 15 menit dari rumah gue ke Universitas Padjadjaran yang sayangnya berada di Jatinangor -bukan Bandung!- dan ngebuat gue ngerasa terkekang. Tapi ... Percaya nggak kalo gue bilang begini: Jatinangor ngebuat gue nyaman di bidang spiritual. Uang gue sangat aman disini, gue nggak main kemana-mana, gue cuma ke Jatos, satu-satunya mall di Jatinangor -Yes! Kepanjangannya adalah Jatinangor Town Square- yang nggak mungkin loe ngabisin uang jajan mingguan loe disana kecuali kalo loe emang niat. Pernafasan gue sangat lancar di Jatianngor, dan yang paling penting adalah ... Ide nulis gue sangat mengalir deras setibanya gue di Jatiangor. Mungkin kalian yang baca berpikir bahwa ini adalah pembenaran gue aja, supaya gue nggak sedih-sedih amat setelah salah mengambil keputusan. Tapi hey, novel pertama gue, ya maksud gue adalah novel yang pertama kali bisa gue selesaikan dan belom terbit gue buat di Jatinangor. Ide-de cemerlang gue adalah hasil ratapan di bawah langit Jatiangor.

Jadi sebenernya apa sih maksud Tuhan dengan semua ini? Kuliah gue jelas berantakan, bahkan kalo ada temen kampus di UI yang bilang gue berantakan saat kuliah disana, saat di Unpad gue jauh lebih berantakan. Dan yang paling gue keselin dari diri gue adalah, gu terlalu pintar untuk membuat excuse untuk diri gue sendiri. Gila nggak? Bahkan gue bisa ngibulin diri gue sendiri!
Gue lagi ditahapan sangan tidak nyaman dengan kehidupan perkuliahan gue. Gue tau kalo ini drama banget, tapi kali ini gue beneran takut. Gue takut ngecewain orang tua gue karena gue gagal di masalah akademik. Gue memulai sesuatu yang hebat saat gue kecil. Rangking sepuluh besar sewaktu SD, masuk SMP unggulan, mulai tolol pas SMA, tapi ngebuat dua kali keajaiban saat SPMB. Dua kali gue lolos SPMB, gue terlalu dibanggakan. Tapi sekarang kalo misalnya gue DO? Arrrrggghhhhh.

Sorry nyampah banget Blog, gue bingung harus cerita ke siapa. Loe tau kan kalo gue terlalu hebat ngasih saran ke orang, terlalu pinter ngebuat orang tenang, terlalu keren saat ngepersuasi orang. Tapi saat masalah dateng ke gue? Gue nggak tau apa yang harus gue lakukan, karena kalo pun gue cerita ke temen atau sahabat gue, nggak akan ada hasilnya. Karena ini salah gue, cuma gue yang bisa ngubah semuanya. Gue kesel karena gue tau gue bisa rajin, gue kesel karena gue terlalu imajinatif, gue kesel karena mimpi gue gampang diraih, gue kesel karena gue tau kalo gue mampu, gue kesel karena semua orang gampang percaya sama gue.

"Terlalu mudah ngebuat loe jadi males. Sama halnya kayak orang yang terlambat padahal rumahnya deket. Dia menggampangkan!"

Oke, sekian ketikan gue tentang kehidupan gue. Do'ain gue bisa ngerjain tugas dan nggak tidur yah Blog. See you.

01 November 2010

Anak Kost Seutuhnya

Hey, apa kabar? Semoga baik-baik aja. Nggak kayak gw yang lagi dalam keadaan memprihatinkan (Drama dimulai, hahaha.) beberapa hari belakangan ini. Orang bijak atau mungkin orang sok tahu pernah berkata bahwa orang nggak akan bisa sepenuhnya bersyukur akan suatu hal kalo suatu hal tersebut belom diambil. Dan kali ini gw bicara tentang kesehatan, dan keuangan.

Jadi begini ceritanya, dengan sangat bodohnya tiga minggu yang lalu gw menghilangkan kartu ATM gw, kartu hidup gw -berlebihan, tapi beneran- yang sangat berharga itu di Jatinangor sekitar hari Selasa. Sebenernya gw nyantai karena saat itu uang cash yang ada didompet gw cukup untuk memenuhi kehidupan gw sampai hari Kamis karena pada hari itu gw balik ke rumah gw di Depok. Nah, bodohnya, gw nggak langsung ke kantor polisi dan apply kartu ATM yang baru di Jatinangor karena gw mikir mungkin lebih enak kalo gw ngebuat kartu ATM nya di tempat gw buka rekening yaitu di Bank deket rumah gw yang berarti di Depok. Akhirnya saat gw pulang hari Kamis ke Depok, gw langsung lah mengurus ini itu tentang pembuatan kartu ATM di hari Jum'at, dan akan jadi dua minggu kemudian. TAPI gw melakukan kesalahan terbesar, karena setelah itu ternyata mata kuliah hari Selasa dipindah ke hari Jum'at jam 1 siang dan baru selesai jam 3 sore yang berarti gw nggak punya kesempatan untuk ngambil kartu ATM jika gw balik hari Jum'at karena Bank udah tutup dan hari Minggu gw udah harus balik ke Jatinangor lagi karena ada kuliah Senin pagi.

Minggu pertama tanpa ATM berjalan lancar karena uang mingguan gw dikasih cash sama Bokap sebelum gw balik hari Minggu. Nah, masalah mulai muncul saat gw nggak balik di minggu kedua. Sebenernya adek gw udah nge-BBM gw untuk nanya apakah gw punya nomer rekening temen gw supaya dikirim kesana aja dan bisa diambil pake ATM temen gw itu. Tapi gw nya ngegampangin, gw cukup percaya diri dengan ngejawab kirim ke rekening gw aja uang mingguan itu karena gw mikir toh gw bawa buku tabungan gw ke Jatinangor dan nggak ada masalah untuk ngambil uang di Teller. Dan tibalah minggu kedua di Jatinangor, hari Senin gw ngambil uang mingguan gw 70%-nya, entah apa yang gw pikirkan saat itu nggak ngambil uang mingguan gw semuanya.

Senin sampai Rabu nggak ada masalah berarti, gw dengan gampang beli makan minum, sampe cemilan-cemilan yang nggak penting dan keimpulsifan lainnya kalo gw udah masuk Alfamart. Tapi tibalah di hari Kamis tanggal 28 Oktober bertepatan dengan Sumpah Pemuda, malam itu gw ngerasa badan gw panas dan gw langsung mengantisipasinya dengan make balsem yang ada dikamar gw. Besok paginya yaitu Jum'at gw mulai mual-mual dan akhirnya muntah. Akhirnya gw mendeklamasikan bahwa gw sakit, tapi karena setelah Sholat Jum'at ada UTS, gw paksain ke Kampus. Dan disinilah kesialan gw berlanjut. Selesai UTS gw ke kantin untuk makan, dan ternyata uang gw didompet tinggal 50 ribu. Nggak kurang nggak lebih, itu juga harus dikurangin lagi dengan makan dan minum yang udah gw pesen, sehingga sisa uang 38 ribu. Saat itu gw males mikirin gimana nasib gw kedepannya. Sampe di kost-an uang itu masih utuh 38 ribu karena gw kebetulan selalu pulang jalan kaki, beda saat berangkat yang selalu dikejar-kejar waktu, jadinya naik ojek, hahaha. Nah, dikamar kost-an gw udah niat untuk pulang kerumah dengan perhitungan angkot dari kost-an ke halte Cileunyi 2 ribu, terus naik Primajasa jurusan Lebak Bulus 26 ribu, angkot menuju Terminal Depok dari Pasar Rebo itu 4 ribu, dan angkot dari Terminal Depok sampe depan rumah gw itu 3 ribu. Jumlahnya 35 ribu! Sisa 3 ribu buat uang jaga-jaga (Oh, betapa menyedihkannya uang jaga-jaga cuma 3 ribu, hahaha.) kalo ada apa-apa ditengah jalan.

Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain, gw makin sakit. Bahkan untuk ngecek handphone aja gw nggak kuat. Maka dari itu gw memutuskan untuk tidur aja dan berharap gw akan mendapat pencerahan. Gw bangun keesokan harinya dengan tubuh yang semakin nggak enak. Dan sialnya air galon gw abis. Dan uang gw tentu nggak bertambah, tetap 38 ribu. Akhirnya gw beli Botol Aqua 1,5 liter aja untuk minum hari Sabtu dan Minggu seharga 3 ribu 5 ratus. Gw mau beli makan jadi mikir-mikir ngeliat kondisi keuangan gw yang memprihatinkan. Sampe akhirnya gw harus merelakan 4 ribu 5 ratus rupiah lagi untuk mie rebus telor karena gw laper dan gw harus minum obat. Untungnya gw masih punya persediaan Neozep, Vicks Vaporub dan Inhaler, Balsem Caplang, Miyak Kayu Putih, sampe Minyak angin. Jadi gw bener-bener make semua yang bisa gw pake untuk menghilangkan sakit gw itu. Setelah melewatkan makan siang, gw kelaperan dimalam hari, tapi lagi-lagi gw kepikiran uang gw yang tinggal 30 ribu rupiah. Sampe akhirnya gw baru inget kalo gw punya ini :



Gw emang punya kebiasaan nyimpen uang receh disuatu wadah dibandingkan harus punya celengan, karena gw selalu berpikir kalo dalam keadaan terjepit uang-uang diwadah bisa diambil tanpa harus merusak tempatnya itu sendiri. Dan setelah gw mengais recehan, ternyata 5 ratusan yang gw kumpulin sampe 20 ribu. Wow, gw ngerasa jadi orang kaya saat itu. Dan nggak pake mikir, langsung pesen makanan donk. Tapi ternyata makanan didalam perut gw nggak bertahan lama, mereka maksa keluar lagi. Saat itu gw beneran pengen pulang atau nelvon Adek atau Bokap atau Nyokap gw minta jemput, tapi gw berpikir inilah saat dimana gw bener-bener belajar hidup sendiri. Keuangan menipis, kesehatan lagi nggak baik. Wah, pokoknya gw belajar banget dari pengalaman ini.

Akhirnya gw bersemangat untuk ngelawan sakit gw. Biasanya kalo dirumah gw selalu dikerokin nyokap gw, karena emang udah kebiasaan buat gw untuk dikerokin. Tapi kali ini gw harus bisa ngegambar badan gw sendiri (baca : kerokan). Dan senjata pun dipersiapkan :


Gw ngebalurin semua badan gw pake dua benda diatas, sampe ke pelipis kepala segala. Pokoknya sampe badan gw udah kayak mendidih saking panasnya (Oke, lebay.) tuh balsem dan minyak angin. Kemudian dengan menggunakan koin 5 ratus gw gambar lengan gw, dari bahu kearah tangan. Dan ternyata merah banget, parah, gw sampe syok sendiri dengan hasil yang gw dapatkan. Gw beneran masuk angin. Akhinya setelah tangan kiri gw berhasil berubah warna, giliran tangan kanan.


Dan nggak puas cuma dibagian tangan, gw kerok juga bagian leher, dada gw sampe perut. Sebenernya janggal karena harusnya bagian yang dikerok itu bagian punggung. Tapi berhubung gw ceritanya lagi belajar mandiri dan nggak enak juga minta tolong ketemen gw di Jatinangor untuk ngerokin gw. Jadi bagian depan badan gw lah yang gw jadiin tempat corat-coret. Dan hasilnya, errr, bahkan gw serem sendiri ngeliatnya. Kalo ngeliat gambar kerokan tangan gw aja udah serem, ternyata bagian dada dan perut lebih serem lagi.

Akhirnya dari Sabtu malem sampe Minggu sore (Yep, gw tidur lebih dari 12 jam) gw cuma bisa tidur, dan memesan makan lagi untuk mengisi perut gw yang kosong walaupun ada resiko bakal gw muntahin lagi. Akhirnya, sekarang udah Senin, gw berencana untuk ke Bank untuk ngambil uang setelah selesai kuliah jam 10 pagi nanti terus langsung cabut pulang ke Depok dan minta perhatian dari keluarga yang udah nggak ketemu selama 2 minggu lebih. Untung hari mata kuliah hari Selasa udah dipindah ke hari Jum'at, jadi gw bisa pulang, sampai hari Rabu karena hai itu Kuliah gw dimulai jam 2 siang yang berarti berangkat Rabu pagi pun nggak masalah.

Nah, begitulah cerita gw kali ini yang dipenuhi dengan gambar-gambar, hahaha. Ya pokoknya, pengalaman gw sakit kali ini bener-bener berkesan dan ngebuat gw berpengalaman. By the way, saat ngetik ini gw menggunakan kaos yang ditiban dengan jaket super tebel, gw make celana batik panjang. Dan tidak lupa kaos kaki. Kepala gw masih sedikit pusing tapi pusing yang masih bisa ditolerir. Jaga kesehatan teman-teman, musim hujan dan kemarau sedang berakulturasi!