27 September 2012

SINGGAH

Mimpi gue ternyata nggak jalan di tempat. Walaupun itu hanya berjarak satu langkah dari tempat semula, gue cukup puas dengan langkah yang dia tapaki. Gue bangga!

Teman-teman, dengan perut yang dipenuhi kupu-kupu, gue memberi kabar bahwa salah satu cerpen gue yang berjudul Menunggu Dini akan diterbitkan dalam antologi cerita pendek SINGGAH yang rencananya akan terbit di akhir bulan September atau awal bulan Oktober ini.

Ilustrasi gambar oleh Hafidh Idris (@godfdh)

Bersama sepuluh penulis lain, gue akan melahirkan 'anak' pertama gue yang melalui proses 'persalinan' penerbit. Jadi, akhir September atau awal Oktober ini jangan sungkan untuk singgah di toko buku dan membeli SINGGAH agar dapat tempat di rumah kalian, ya.

Ilustrasi cover oleh Hafidh Idris (@godfhd)

SINGGAH merupakan antologi cerita pendek yang bersetting di empat tempat persinggahan; Terminal, Pelabuhan, Bandar Udara, dan Stasiun. Siapa yang belum pernah ke empat tempat itu? Kenangan apa yang kalian punya di sana?
Begitu banyak kisah di terminal, bandara, pelabuhan, dan stasiun. Cerita tentang pertemuan dan perpisahan, juga tentang orang-orang yang menanam kakinya di tempat-tempat persinggahan itu. Mereka berbagi luka dan cinta. Diam-diam mereka memendam rindu. Tempat yang selalu ingar bingar, tetapi juga melesapkan sunyi yang menggerogoti jiwa. Tanpa suara.
Seorang lelaki menyusuri kembali jejak-jejak kekasihnya yang hilang ke sebuah dermaga, lelaki lainnya memancing bintang. Di stasiun, pak tua berpeci lusuh duduk menanti mataharinya setiap dini hari. Di bandara, koper-koper tertukar, dan ada hati yang menemukan pelabuhannya.
Sebelas penulis merangkai kenangan di empat tempat persinggahan, mengantar pergi, menjemput pulang.
Selamat membeli dan membaca!

18 April 2012

Jalan Menuju Jailolo

Seorang teman pernah bilang, "Sayang, negara bagus, kok, dianggurin?!" Itu cukup untuk menampar gue yang sudah terlalu nyaman hidup di kota besar Indonesia.

Gue menyadari kalau gue mempunyai jiwa petualang yang luar biasa besar karena gue cinta mati sama pelajaran geografi sejak SD, meghafal nama Ibukota Negara, Selat, Gunung, dan lain-lain? Gue sukaaa banget. Gue travelling melalui buku-buku yang gue baca, dulu, sudah cukup puas. Sekarang? Nggak! Sejak gue berumur 19 tahun, yaitu tahun dimana gue harus menempuh pendidikan di kota yang bukan kota kelahiran gue, gue semakin 'liar' mencari jalan keluar dari kota besar. Dan semua Provinsi di Pulau Jawa sudah gue datangi, gue sebagai orang yang berdarah Sumatera (yang kalau mudik melalui Selat Sunda, bukan Pantura) dan tidak memiliki saudara di tanah Jawa, cukup bangga dengan hal ini. Dan mungkin ini cupu bagi para backpacker yang sudah kemana-mana, tapi gue cukup puas dengan pencapaian terbaik gue, yaitu naik kereta ekonomi dari Bandung sampai Jogja, sendirian.

Awal tahun 2012, gue membuat daftar resolusi yang mau gue lakuin, salah satunya adalah menginjakan kaki di Pulau Kalimantan atau Sulawesi, karena masih masuk akal untuk gue, yang masih berstatus sebagai mahasiswa, menabung, lalu pergi ke Balikpapan atau Makassar. Maluku? Gue sangat tertarik dengan Sofifi. Gue, yang juga pencinta sejarah, pengen banget ngeliat peninggalan Kesultanan Ternate dan Tidore, selain itu, Maluku adalah tujuan utama Portugis untuk mengambil rempah-rempah, jauh sebelum Belanda menaklukan Jawa! Maluku sexy banget di mata gue yang freak sama sejarah! Tapi, gue belum berani untuk ke sana, ke Indonesia bagian timur. Gue takut karena perbedaan SARA, yang pada akhirnya membuat Maluku dan Irian Jaya masuk ke dalam daftar travelling 'nanti-nanti aja kalo ada yang mau nemenin'.

Sampai akhirnya, di awal tahun ini, teman yang sama yang bilang bahwa sayang negara bagus dianggurin mengabari bahwa ada Festival Teluk Jailolo 2012. Gue sama sekali nggak tahu ada festival semacam itu, di Jailolo? Di mana pula itu? Tenyata geografi gue nggak sebagus itu, hahaha. Sampai akhirnya gue mencari tahu. Kasak-kusuk sana sini dan dengan bantuan teman gue itu, gue tahu kalau Festival tersebut memiliki account Twitter dan Page di Facebook. Mulai lah gue berandai-andai untuk bisa ke sana. Tabungan gue memang nggak akan cukup untuk membiayai gue Jakarta-Makassar-Ambon-Ternate-Jailolo PP, belum lagi akomodasi di sana. Maka, cukuplah bagi gue untuk ikut senang dengan gambar-gambar yang diposting oleh account Twitter Festival Teluk Jailolo.

Lalu tiba-tiba ada kesempatan buat gue (dan siapapun yang tahu) untuk ke Festival Teluk Jailolo 2012 secara cuma-cuma, karena Festival itu mengadakan kuis dan menanggung segala akomodasi sebagai hadiahnya. Jadi apa salahnya dicoba? Mungkin keberuntungan lagi berpihak ke gue (atau mungkin kalian yang membaca tulisan ini dan ikut mencoba kuisnya).

Pertanyaan pertama adalah, Kenapa saya mesti mengikuti acara Festival Teluk Jailolo 2012?

Buat gue: "Hah? Kenapa nggak?" Gue merasa masih terlalu muda untuk tahu apa saja yang ditawarkan alam untuk gue lihat, untuk gue datangi, untuk gue rasa, untuk gue pelajari. Sensasi melihat langsung Maluku secara umum, dan Festival Teluk Jailolo secara khusus jelas membuat gue mau ke sana. Selagi ada kesempatan, selagi gue masih sehat, gue mau ngerasain alam sebanyak-banyaknya. Lagipula, siapa yang bisa menolak menonton pertunjukan Cabaret on The Sea di Festival Teluk Jailolo? Kalau ada yang menolak, gue cuma bisa bilang: "I'm sorry for you."

Terus selanjutnya, Imajinasikan dan ceritakan hal apa yang akan kamu lakukan jika terpilih dan jalan-jalan ke Halmahera Barat?

Gue sempet googling untuk mencari tahu tentang Halmahera Barat, tapi yang pasti, yang pertama kali gue lakukan kalau gue menang dan bisa jalan-jalan di Halmahera Barat, hahaha, gue akan senyum sepanjang hari, setelah pengumuman menang sampai acaranya selesai! Gue bakalan pamer ke teman-teman gue bahwa gue akan ke Maluku Utara, tempat yang masih jarang gue denger sebagai tempat liburan orang-orang kebanyakan, apalagi teman-teman gue. Pasti pertama kali denger rencana gue mau ke Halmahera Barat mereka bakalan berpendapat: "Dih, ngapain loe ke Maluku? Ada apaan juga di sana?" Tapi setelah mereka ngeliat foto-foto gue di Facebook, Twitter, dan Blog gue, terus ngedenger cerita betapa menyenangkannya selama di sana, mereka akan bilang: "Eh, Festival Teluk Jailolo tahun depan kapan, sih? Ke sana, yuk. Kita nabung dari sekarang." Dan gue akan jadi orang paling jumawa karena gue udah pernah ke sana.

Dan yang terakhir, Buat itinerary singkat perjalanan di Halmahera Barat selama seminggu (minimal tempat apa saja yang akan didatangi, hal apa saja yang dilakukan)!

Ah, ini seru banget. Jadi, jadi, apa saja yang mau gue lakukan selama seminggu di Halmahera Barat selain menghadiri dan seru-seruan dengan Festival Teluk Jailolo? Hmm, yang pasti gue akan memperhatikan penduduk sekitar. Gue yang mempunyai cita-cita sebagai penulis, suka banget memperhatikan orang, tingkah laku, cara berpikir, gerak tubuh, apapun yang bisa membuat gue menciptakan tokoh. Sehingga, yang sudah pasti gue lakukan seminggu penuh adalah memperhatikan penduduk lokal, dimana pun nanti gue temukan. Gue sebenernya nggak begitu suka wisata kuliner, tapi kapan lagi gue bisa nyobain makanan khas Maluku? Kapan lagi? Jadi, gue akan nyoba makanan yang disediakan, kalau bisa, semuanya. Gue mau Snorkeling! Gue sama sekali nggak ragu sama keindahan laut di Halmahera Barat, di Maluku. Ah, gue bahkan saat nulis ini udah kegirangan bakalan liat trumbu karang super bagus dan ikan-ikan yang bisa diajak main. Mau Diving juga, sih, tapi lihat nanti aja, lah. Soalnya pengalaman Diving gue nggak seseru pengalaman Snorkeling gue, hahaha. SEJARAH DAN BUDAYA, iya itu gue sengaja capslock karena itu tujuan utama gue. Seperti pembukaan gue di atas, gue cinta mati sama sejarah, nggak akan gue lewatin berkunjung ke Benteng Sabuga, benteng yang didirikan sama orang Spanyol sebelum akhirnya membagi kekuasaan dengan Portugis. Portugis tetap di Maluku, Spanyol naik ke atas, ke Filipina. Gue mau ngedatengin apapun tempat peninggalan Kesultanan Ternate dan Tidore yang ada di Halmahera Barat. Atau ngedenger cerita dari guide dengan bahasa Indonesia dengan logat Indonesia Timur juga cukup.

Jadi, begitulah. Apakah gue akan menang dan ke Festival Teluk Jailolo 2012 lalu bisa pamer sana-sini? Tunggu aja update gue di Blog ini, hahaha. Ya, kalau pun gue nggak menang, setidaknya gue udah berkontribusi memberitahu kalian (semoga ada yang baca, yah) bahwa ada Festival tahunan di Indonesia, bagian Timur, di Halmahera Barat, di Provinisi Maluku Utara (semoga kalian yang baca tahu kalau Malaku sekarang sudah dimekarkan menjadi 2 provinsi) yang bernama Festival Teluk Jailolo. Kalau kalian ada waktu, dan memiliki budget yang pas, nggak ada salahnya nyoba ke sana, setidaknya sekali seumur hidup. Cobain! Emangnya nggak bosen pergi ke negara tetangga terus yang cuma gitu-gitu aja?

"Sayang, negara bagus, kok, dianggurin!"

03 January 2012

Konsistensi

Hey, apa kabar?

Oke, jadi begini, gue sekarang memutuskan untuk ikut proyek yang sebenernya proyek udah lama banget diikuti oleh orang-orang, yaitu #30HariMenulis di Blog. Kenapa gue bilang proyek yang udah lama banget? Karena sekarang, blogger-blogger yang gue blogwalking-in udah pada punya proyek #365HariMenulis di Blog! Hahaha. Gue nggak yakin gue bisa sekonsisten itu, maka gue memilih untuk melakukan proyek yang lama aja.

Sejauh ini gue lagi konsisten nih, ya, berhubung masih tiga hari juga. Semoga konsistensi gue ini berlangsung selama 27 hari ke depan sehingga gue bisa pamer kalo ternyata gue cukup konsisten!

Oh iya, gue nggak akan nulis di blog ini, karena seperti yang kalian tau (Tau? Emangnya gue siapa? Woy!) bahwa blogspot gue hanya dijadikan untuk jadi tempat curhatan gue aja, atau segala macem pemikiran gue tentang apapun.

Jadi, buat temen-temen yang mau ngecek konsistensi gue, silakan main ke blog gue yang satu lagi, ini linknya: AZ!

By the way, sebenernya gue juga mau konsisten nulis tentang kejadian sehari-hari gue disini. Tapi entah kenapa gue yakin kalo hidup gue nggak seseru itu, jadi lain kali aja deh #30HariMenulis blog kejadian sehar-hari disini, hahaha.

See you soon, blog!

02 January 2012

Kutinggalkan Hatiku Di Jalan Braga


Hey lagi!

Maaf, belum juga 24 jam gue udah nulis lagi disini. Tapi gue baru sadar kalo gue belum mempromosikan buku gue yang diterbitin melalui nulisbuku.com yang tadi gue mention di postingan gue sebelumnya.

Jadi, gue mengumpulkan semua notes Facebook gue, yang ternyata banyak banget (Dan ternyata gue segalau itu!), karena tadinya gue berencana untuk nge-deactive account disana. Rencananya sih buat lucu-lucuan aja dijadiin buku melalui nulisbuku.com. Setelah naskahnya gue upload dan diterima oleh mereka dan gue udah mencetak tiga buku untuk gue sendiri, ternyata banyak temen gue yang mau beli, sehingga ngebuat gue mengurungkan niat untuk menarik peredarannya di nulisbuku.com.

Untuk temen-temen disini yang mungkin mau beli, silakan:


Atau mungkin yang tertarik dengan design cover buku gue, bisa mengubungi Amritsa, dia yang ngebuat cover keren Jalan Braga di atas. :)

Terima kasih.

01 January 2012

Resolusi (mungkin) Terakhir

Hey, apa kabar?

Iya iya, silakan marahin gue yang udah lama banget nggak nulis disini, hahaha.

Jadi, halo semuanya. Apa kabar? Sekarang udah tahun 2012 loh. Menurut kalender Suku Maya, waktu gue hidup sekitar 1 tahun lagi karena tanggal 21 Desember 2012 adalah akhir dunia. Hahaha!

Tapi, thanks to the Mayan, gue jadi mikirin kalo sampe beneran kejadian kiamat pada tanggal itu. Karena sekarang gue jadi terburu-buru mau ngelakuin apa yang pengen gue lakuin. Gawat sih, karena deadlinenya tinggal 1 tahun. Tapi apa salahnya mencoba?

Jadi, sekarang gue akan membuat resolusi (yang mungkin) terakhir. Setelah gue pikir-pikir, ternyata apa yang gue mau di dunia itu simple. Kelewatan malah simplenya. Karena gue tipe orang yang bebas dan nggak begitu ribet ngurusin ini dan itu, hal yang pengen gue lakuin di dunia adalah:

1. Keliling

Oke, jadi ambisi gue untuk keliling dunia nggak mungkin terlaksana di tahun ini kecuali tiba-tiba ada miliyarder yang ngewarisin semua hartanya ke gue, dan itu nggak mungkin karena gue nggak punya kenalan miliyarder. Jadi, kita persempit aja 'keliling' nya menjadi keliling Indonesia. Walaupun Indonesia itu luasnya lebay banget, dari 33 provinsi di Indonesia, gue udah nginjekin kaki 12 provinsi, yaitu: DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Sumatera Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, (perbatasan) Jawa Timur, dan Bali. Well, belom setengahnya, tapi gue udah bangga dengan pencapaian gue itu. Jadi, obsesi gue tahun ini: Gue harus nginjekin kaki di Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi. Setidaknya, sebelum kiamat, gue harus nginjekin kaki di setengah dari jumlah provinsi di Indonesia, yaitu 16/17 provinsi. Gue cuma butuh 4/5 provinsi lagi supaya resolusi ini berhasil! Selain itu, berhubung gue dari SD suka banget sama Geografi, dan hafal mati dengan letak astronomis Indonesia (6°LU-11°LS dan 95°BT-141°BT), dari dulu gue punya obesesi berdiri di titik tersebut, yang berarti gue harus ke Sabang, Kep. Rote, Kep. Talaud, dan tentu saja Merauke. Selain empat titik itu, ada satu kota yang juga penting harus didatengin karena dia punya tugu istimewa, yaitu Tugu Khatulistiwa. Yang nebak Pontianak silakan traktir diri kalian masing-masing. Hahaha!

2. Terbit

Nggak ada hubungannya dengan Matahari karena seperti yang kalian tau (Hah? Emangnya kalian tau? Siapa gue?) kalo gue itu bukan fans Matahari, gue orang malam, lebih suka aktif dan berkegiatan di malam hari. Terbit disini adalah menerbitkan buku. Jadi, udah lamaaaaaaa banget gue pengen punya buku, dan Alhamdulillahnya ada sebuah website yang bisa ngebuat setengah mimpi gue tercapai di akhir 2011 kemarin, nama websitenya nulisbuku.com. Disitu siapa pun bisa nerbitin buku. Serius! Mau loe kirim naskah catetan belajaan loe disana, kalo lebih dari 100 halaman, pasti bisa terbit, hahaha. Tapi berhubung gue sadar kalo itu cupu (Bukunya nggak masuk toko buku by the way, loe cuma bisa mesen via online. Jadi jangan tanya gue bisa dibeli di Gramedia mana!), gue harus banget nerbitin buku tahun ini dengan cara yang benar, ya, melalui penerbit.

3. Film

Gue cinta sama film, bahkan film paling jelek yang pernah dibuat oleh Nayato Fio Nuala pun kadang gue tonton buat hiburan. Lumayan loh, kalo lagi kesel, ngabisin uang sekitar 20 ribuan (Karena nggak segitu begonya ngabisin banyak uang buat film yang udah pasti jelek.) nonton film sambil ngetawain betapa begonya sutradara dan produser yang cuma mau duit. Jadi, tahun ini gue harus bikin film, mau sependek apapun. 15 menit kek gitu, atau 10 menit juga nggak apa-apa. Eh, 5 menit juga nggak apa-apa. Wait, emang ada film pendek yang cuma 5 menit? Ya, pokoknya bikin film deh.

That's it! Nah kan, resolusi (yang mungkin) terakhir gue ternyata simple, kan? Nggak ribet. Cuma berhubung yang buat resolusi ini gue, orang yang sama yang buat postingan sebelum postingan ini, yaitu: orang pemales! Kita liat aja nanti.

Oke, sampai beretemu lagi blog. Semoga nggak lama-lama yah ketemu laginya.

14 April 2011

Cerita Fajar

Hey, gue balik! :)

Jadi seperti yang gue tulis di post sebelumnya. Gue lagi didalam titik terendah dalam masalah pendidikan gue. Cupu sih emang masalahnya, tapi tau nggak kalo selama ini gue selalu berpikir bahwa satu-satunya masalah dalam hidup gue adalah: KULIAH!

Kemaren akhirnya gue gagal, tugas gue nggak selesai dan gue memutuskan untuk menyerah. Iya, gue akhirnya nyerah, gue matiin laptop dan gue tidur. Nggak peduli dengan apa yang nanti menimpa gue. Kesel sih, tapi berhubung udah lewat, mau gimana lagi? Gue nggak bisa ngelawan gue. Gue yang sok pintar selalu berhasil mengalahka gue yang sok bijaksana. Itu masalahnya!

Kali ini gue menghadapi situasi yang sama. Yep, gue sedang mengerjakan tugas yang akan dikumpulin jam 8 pagi nanti. Ini lebih parah dari sekedar tugas mapping kemaren. Kali ini tugasnya bikin makalah dengan studi kasus. Bayangin, studi kasus? Bahkan gue nggak tau harus nulis apa di kolom pembahasan. Semangat gue masih ada untuk ngerjain tugas ini, semoga aja nggak kayak kemaren deh. Semoga!

12 April 2011

Curhatan Brutal

Hey Blog, apa kabar?

Parah, udah lama banget gue nggak ngunjungin loe. Post terakhir adalah tahun lalu di bulan November? Wow, loe melewatkan banyak cerita dari gue kan pasti? Hahaha. Jadi mari kita mulai bercerita, agar kita kembali akrab.

Jadi, saat gue ngetik ini sebenernya gue lagi dikejar sama yang namanya deadline TUGAS yang emang gue tumpuk dari bahkan tiga minggu yang lalu. Tugas itu harus dikumpulin nanti jam 8 pagi. Dan ada TUGAS lain yang harus dikumpulin jam 1 siang. Waktu gue kurang lebih 3 jam untuk ngerjain dua tugas itu, tapi seperti yang loe tau, gue malah nulis blog. Karena apa? Karena gue bingung gimana harus ngerjain tugasnya. Tunggu, tunggu, salah. Gue bukannya nggak tau bagaimana cara mengerjakannya, tapi gue nggak tau kenapa gue nggak punya mood untuk ngerjainnya. Seakan-akan gue nggak punya tanggung jawab disana.

Dan ini yang aneh, sejak tiga minggu yang lalu gue ngerasain ini. Ngerasain kalo gue berada di Jurusan yang salah, bukan bukan, bukan Jurusannya yang salah. Gue menyalahkan Universitasnya. Bukan juga sih, hmm, oke, gue yang salah. Gue menyalahkan diri gue yang tiba-tiba memutuskan untuk pindah Kuliah di tempat yang ternyata ngebuat gue nggak nyaman untuk tinggal. Ahh, gue barusan bilang apa? 'nggak nyaman'? Shit! Akhirnya keluhan itu keluar juga dari mulut gue -well, melalui tulisan- yang udah berkali-kali coba untuk nggak gue keluarin.

Pemikiran bahwa kesalahan terbesar gue adalah pindah dari Universitas Indonesia yang jelas-jelas berlokasi di Depok yang cuma berjarak kurang lebih 15 menit dari rumah gue ke Universitas Padjadjaran yang sayangnya berada di Jatinangor -bukan Bandung!- dan ngebuat gue ngerasa terkekang. Tapi ... Percaya nggak kalo gue bilang begini: Jatinangor ngebuat gue nyaman di bidang spiritual. Uang gue sangat aman disini, gue nggak main kemana-mana, gue cuma ke Jatos, satu-satunya mall di Jatinangor -Yes! Kepanjangannya adalah Jatinangor Town Square- yang nggak mungkin loe ngabisin uang jajan mingguan loe disana kecuali kalo loe emang niat. Pernafasan gue sangat lancar di Jatianngor, dan yang paling penting adalah ... Ide nulis gue sangat mengalir deras setibanya gue di Jatiangor. Mungkin kalian yang baca berpikir bahwa ini adalah pembenaran gue aja, supaya gue nggak sedih-sedih amat setelah salah mengambil keputusan. Tapi hey, novel pertama gue, ya maksud gue adalah novel yang pertama kali bisa gue selesaikan dan belom terbit gue buat di Jatinangor. Ide-de cemerlang gue adalah hasil ratapan di bawah langit Jatiangor.

Jadi sebenernya apa sih maksud Tuhan dengan semua ini? Kuliah gue jelas berantakan, bahkan kalo ada temen kampus di UI yang bilang gue berantakan saat kuliah disana, saat di Unpad gue jauh lebih berantakan. Dan yang paling gue keselin dari diri gue adalah, gu terlalu pintar untuk membuat excuse untuk diri gue sendiri. Gila nggak? Bahkan gue bisa ngibulin diri gue sendiri!
Gue lagi ditahapan sangan tidak nyaman dengan kehidupan perkuliahan gue. Gue tau kalo ini drama banget, tapi kali ini gue beneran takut. Gue takut ngecewain orang tua gue karena gue gagal di masalah akademik. Gue memulai sesuatu yang hebat saat gue kecil. Rangking sepuluh besar sewaktu SD, masuk SMP unggulan, mulai tolol pas SMA, tapi ngebuat dua kali keajaiban saat SPMB. Dua kali gue lolos SPMB, gue terlalu dibanggakan. Tapi sekarang kalo misalnya gue DO? Arrrrggghhhhh.

Sorry nyampah banget Blog, gue bingung harus cerita ke siapa. Loe tau kan kalo gue terlalu hebat ngasih saran ke orang, terlalu pinter ngebuat orang tenang, terlalu keren saat ngepersuasi orang. Tapi saat masalah dateng ke gue? Gue nggak tau apa yang harus gue lakukan, karena kalo pun gue cerita ke temen atau sahabat gue, nggak akan ada hasilnya. Karena ini salah gue, cuma gue yang bisa ngubah semuanya. Gue kesel karena gue tau gue bisa rajin, gue kesel karena gue terlalu imajinatif, gue kesel karena mimpi gue gampang diraih, gue kesel karena gue tau kalo gue mampu, gue kesel karena semua orang gampang percaya sama gue.

"Terlalu mudah ngebuat loe jadi males. Sama halnya kayak orang yang terlambat padahal rumahnya deket. Dia menggampangkan!"

Oke, sekian ketikan gue tentang kehidupan gue. Do'ain gue bisa ngerjain tugas dan nggak tidur yah Blog. See you.

01 November 2010

Anak Kost Seutuhnya

Hey, apa kabar? Semoga baik-baik aja. Nggak kayak gw yang lagi dalam keadaan memprihatinkan (Drama dimulai, hahaha.) beberapa hari belakangan ini. Orang bijak atau mungkin orang sok tahu pernah berkata bahwa orang nggak akan bisa sepenuhnya bersyukur akan suatu hal kalo suatu hal tersebut belom diambil. Dan kali ini gw bicara tentang kesehatan, dan keuangan.

Jadi begini ceritanya, dengan sangat bodohnya tiga minggu yang lalu gw menghilangkan kartu ATM gw, kartu hidup gw -berlebihan, tapi beneran- yang sangat berharga itu di Jatinangor sekitar hari Selasa. Sebenernya gw nyantai karena saat itu uang cash yang ada didompet gw cukup untuk memenuhi kehidupan gw sampai hari Kamis karena pada hari itu gw balik ke rumah gw di Depok. Nah, bodohnya, gw nggak langsung ke kantor polisi dan apply kartu ATM yang baru di Jatinangor karena gw mikir mungkin lebih enak kalo gw ngebuat kartu ATM nya di tempat gw buka rekening yaitu di Bank deket rumah gw yang berarti di Depok. Akhirnya saat gw pulang hari Kamis ke Depok, gw langsung lah mengurus ini itu tentang pembuatan kartu ATM di hari Jum'at, dan akan jadi dua minggu kemudian. TAPI gw melakukan kesalahan terbesar, karena setelah itu ternyata mata kuliah hari Selasa dipindah ke hari Jum'at jam 1 siang dan baru selesai jam 3 sore yang berarti gw nggak punya kesempatan untuk ngambil kartu ATM jika gw balik hari Jum'at karena Bank udah tutup dan hari Minggu gw udah harus balik ke Jatinangor lagi karena ada kuliah Senin pagi.

Minggu pertama tanpa ATM berjalan lancar karena uang mingguan gw dikasih cash sama Bokap sebelum gw balik hari Minggu. Nah, masalah mulai muncul saat gw nggak balik di minggu kedua. Sebenernya adek gw udah nge-BBM gw untuk nanya apakah gw punya nomer rekening temen gw supaya dikirim kesana aja dan bisa diambil pake ATM temen gw itu. Tapi gw nya ngegampangin, gw cukup percaya diri dengan ngejawab kirim ke rekening gw aja uang mingguan itu karena gw mikir toh gw bawa buku tabungan gw ke Jatinangor dan nggak ada masalah untuk ngambil uang di Teller. Dan tibalah minggu kedua di Jatinangor, hari Senin gw ngambil uang mingguan gw 70%-nya, entah apa yang gw pikirkan saat itu nggak ngambil uang mingguan gw semuanya.

Senin sampai Rabu nggak ada masalah berarti, gw dengan gampang beli makan minum, sampe cemilan-cemilan yang nggak penting dan keimpulsifan lainnya kalo gw udah masuk Alfamart. Tapi tibalah di hari Kamis tanggal 28 Oktober bertepatan dengan Sumpah Pemuda, malam itu gw ngerasa badan gw panas dan gw langsung mengantisipasinya dengan make balsem yang ada dikamar gw. Besok paginya yaitu Jum'at gw mulai mual-mual dan akhirnya muntah. Akhirnya gw mendeklamasikan bahwa gw sakit, tapi karena setelah Sholat Jum'at ada UTS, gw paksain ke Kampus. Dan disinilah kesialan gw berlanjut. Selesai UTS gw ke kantin untuk makan, dan ternyata uang gw didompet tinggal 50 ribu. Nggak kurang nggak lebih, itu juga harus dikurangin lagi dengan makan dan minum yang udah gw pesen, sehingga sisa uang 38 ribu. Saat itu gw males mikirin gimana nasib gw kedepannya. Sampe di kost-an uang itu masih utuh 38 ribu karena gw kebetulan selalu pulang jalan kaki, beda saat berangkat yang selalu dikejar-kejar waktu, jadinya naik ojek, hahaha. Nah, dikamar kost-an gw udah niat untuk pulang kerumah dengan perhitungan angkot dari kost-an ke halte Cileunyi 2 ribu, terus naik Primajasa jurusan Lebak Bulus 26 ribu, angkot menuju Terminal Depok dari Pasar Rebo itu 4 ribu, dan angkot dari Terminal Depok sampe depan rumah gw itu 3 ribu. Jumlahnya 35 ribu! Sisa 3 ribu buat uang jaga-jaga (Oh, betapa menyedihkannya uang jaga-jaga cuma 3 ribu, hahaha.) kalo ada apa-apa ditengah jalan.

Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain, gw makin sakit. Bahkan untuk ngecek handphone aja gw nggak kuat. Maka dari itu gw memutuskan untuk tidur aja dan berharap gw akan mendapat pencerahan. Gw bangun keesokan harinya dengan tubuh yang semakin nggak enak. Dan sialnya air galon gw abis. Dan uang gw tentu nggak bertambah, tetap 38 ribu. Akhirnya gw beli Botol Aqua 1,5 liter aja untuk minum hari Sabtu dan Minggu seharga 3 ribu 5 ratus. Gw mau beli makan jadi mikir-mikir ngeliat kondisi keuangan gw yang memprihatinkan. Sampe akhirnya gw harus merelakan 4 ribu 5 ratus rupiah lagi untuk mie rebus telor karena gw laper dan gw harus minum obat. Untungnya gw masih punya persediaan Neozep, Vicks Vaporub dan Inhaler, Balsem Caplang, Miyak Kayu Putih, sampe Minyak angin. Jadi gw bener-bener make semua yang bisa gw pake untuk menghilangkan sakit gw itu. Setelah melewatkan makan siang, gw kelaperan dimalam hari, tapi lagi-lagi gw kepikiran uang gw yang tinggal 30 ribu rupiah. Sampe akhirnya gw baru inget kalo gw punya ini :



Gw emang punya kebiasaan nyimpen uang receh disuatu wadah dibandingkan harus punya celengan, karena gw selalu berpikir kalo dalam keadaan terjepit uang-uang diwadah bisa diambil tanpa harus merusak tempatnya itu sendiri. Dan setelah gw mengais recehan, ternyata 5 ratusan yang gw kumpulin sampe 20 ribu. Wow, gw ngerasa jadi orang kaya saat itu. Dan nggak pake mikir, langsung pesen makanan donk. Tapi ternyata makanan didalam perut gw nggak bertahan lama, mereka maksa keluar lagi. Saat itu gw beneran pengen pulang atau nelvon Adek atau Bokap atau Nyokap gw minta jemput, tapi gw berpikir inilah saat dimana gw bener-bener belajar hidup sendiri. Keuangan menipis, kesehatan lagi nggak baik. Wah, pokoknya gw belajar banget dari pengalaman ini.

Akhirnya gw bersemangat untuk ngelawan sakit gw. Biasanya kalo dirumah gw selalu dikerokin nyokap gw, karena emang udah kebiasaan buat gw untuk dikerokin. Tapi kali ini gw harus bisa ngegambar badan gw sendiri (baca : kerokan). Dan senjata pun dipersiapkan :


Gw ngebalurin semua badan gw pake dua benda diatas, sampe ke pelipis kepala segala. Pokoknya sampe badan gw udah kayak mendidih saking panasnya (Oke, lebay.) tuh balsem dan minyak angin. Kemudian dengan menggunakan koin 5 ratus gw gambar lengan gw, dari bahu kearah tangan. Dan ternyata merah banget, parah, gw sampe syok sendiri dengan hasil yang gw dapatkan. Gw beneran masuk angin. Akhinya setelah tangan kiri gw berhasil berubah warna, giliran tangan kanan.


Dan nggak puas cuma dibagian tangan, gw kerok juga bagian leher, dada gw sampe perut. Sebenernya janggal karena harusnya bagian yang dikerok itu bagian punggung. Tapi berhubung gw ceritanya lagi belajar mandiri dan nggak enak juga minta tolong ketemen gw di Jatinangor untuk ngerokin gw. Jadi bagian depan badan gw lah yang gw jadiin tempat corat-coret. Dan hasilnya, errr, bahkan gw serem sendiri ngeliatnya. Kalo ngeliat gambar kerokan tangan gw aja udah serem, ternyata bagian dada dan perut lebih serem lagi.

Akhirnya dari Sabtu malem sampe Minggu sore (Yep, gw tidur lebih dari 12 jam) gw cuma bisa tidur, dan memesan makan lagi untuk mengisi perut gw yang kosong walaupun ada resiko bakal gw muntahin lagi. Akhirnya, sekarang udah Senin, gw berencana untuk ke Bank untuk ngambil uang setelah selesai kuliah jam 10 pagi nanti terus langsung cabut pulang ke Depok dan minta perhatian dari keluarga yang udah nggak ketemu selama 2 minggu lebih. Untung hari mata kuliah hari Selasa udah dipindah ke hari Jum'at, jadi gw bisa pulang, sampai hari Rabu karena hai itu Kuliah gw dimulai jam 2 siang yang berarti berangkat Rabu pagi pun nggak masalah.

Nah, begitulah cerita gw kali ini yang dipenuhi dengan gambar-gambar, hahaha. Ya pokoknya, pengalaman gw sakit kali ini bener-bener berkesan dan ngebuat gw berpengalaman. By the way, saat ngetik ini gw menggunakan kaos yang ditiban dengan jaket super tebel, gw make celana batik panjang. Dan tidak lupa kaos kaki. Kepala gw masih sedikit pusing tapi pusing yang masih bisa ditolerir. Jaga kesehatan teman-teman, musim hujan dan kemarau sedang berakulturasi!

27 October 2010

Menurut Pendapat Saya

Hey, udah lama gw nggak nulis disini, padahal sebenernya banyak hal yang bisa dan perlu gw tulis supaya nanti pas gw tua, gw bisa baca kelabilan gw, hahaha. Jadi setelah berpikir mau nulis apa (ada banyak hal yang mau ditulis tapi nggak berkesinambungan dan lagian kalo kepanjangan, males juga kan bacanya? -kayak ada yang baca, Lol-) di blog ini, gw langsung sign in deh.

Oke, beberapa hari yang lalu terjadi tsunami di Mentawai, Sumatera Barat. Dan beberapa hari sebelumnya terjadi banjir bandang di Wasior, Papua. Lalu yang paling baru adalah meletusnya Gunung Merapi di Jogjakarta. Semuanya menelan korban jiwa, nggak peduli berapa banyaknya, tapi yang namanya suatu bencana alam menelan korban jiwa maka itu kejadian besar dan kita sebagai manusia yang mempunyai perasaan tentunya mengalami duka juga, terlebih bila ada saudara atau teman kita yang tertimpa musibah tersebut. Aneh sih sebenernya, gw bisa ngomong kayak gini di blog gw aja. Gw memperlihatkan empati gw disini, bukan di Twitter yang kemungkinan besar dibaca banyak orang (ya, bukannya sombong, tapi follower gw yang entah kenapa ngefollow gw hampir mencapai 500). Menurut gw terlalu banyak orang yang menunjukan empatinya dan itu ngebuat gw jadi gimanaaa gitu. Bukannya menyalahkan keempatian seseorang, tapi hey, bencana nya udah kejadian loh. Oke loe ikut sedih tapi ya udah, sekarang pikir gimana caranya ngebantu mereka yang tertimpa musibah itu. Gw yakin kok semua orang yang ngebaca, ngeliat, ngedenger berita itu akan merasa berempati, minimal bagi yang muslim akan mengucapkankan Innalillahi atau Astaghfirullah kan? Bagi yang enggak, hmm, rasa kemanusian loe perlu dipertanyakan, hahaha.

Dari pantauan gw melalui twitter, orang-orang yang gw follow maupun orang yang tweet nya di Retweet sama orang-orang yang gw follow, banyak banget yang salin tolong menolong, dan itu bagus, rasa kemanusiaan di Negara ini ternyata masih ada. Gotong royong masih terlihat. Mau agama loe apaan, suku loe apaan, kita saling tolong-menolong.

Tapi ada aja hal yang ngebuat kesel karena pada akhirnya ada aja sebagian orang yang menyalahkan pemerintah (yep, pemerintah), memang, sebagain tweetnya masuk akal dengan menghina Anggota DPR, Menteri, Gubernur, Ketua DPR, sampai Presiden. Gw jabarin satu-satu deh supaya lebih enak dibacanya. :D

Menteri : Tifatul Sembiring
Menteri ini berpendapat bahwa kejadian bencana alam yang terjadi di Indonesia adalah azab yang diberikan kepada Yang Maha Kuasa karena wilayah-wilayah terebut melakukan hal yang dilarang agama, bahkan dia menyertakan dalil. Hal ini yang ngebuat pengguna twitter geram. Kalo menurut pendapat gw, ya emang pendapat itu tidak perlu dikemukanan, tapi sebegitu bencinyakan orang-orang itu kepada Menteri sampai dihujat sebegitunya? Bukannya kita harus menghargai pendapat dia? Ya terserah dia lah mau bilang apa, intinya, kalian udah ngebantu belom? Ngapain harus mikirin pendapat Menteri itu?

Gubernur : Fauzi Bowo
Oke, ini adalah hal terkonyol yang gw pantau di twitter akan banjirnya wilayah Jakarta dan semua orang yang terjebak banjir dan macet nyalahin Gubernur nya. Aduh, gimana yah? Jakarta kan bukan punya Fauzi Bowo, tapi milik semua orang yang hidup atau bergaul atau bermata pencaharian disana. Masa nyalahinnya ke dia? Halooo, macet kejadian karena loe semua pada make mobil pribadi, terus kakak loe make mobil sendiri, adek loe make mobil sendiri, bokap loe make mobil sendiri, dan nyokap loe make mobil sendiri. Dan banjir kejadian karena banyaknya sampah dikali yang ngebuat air meluap. Terus nyalahin Fauzi Bowo gara-gara sampah yang loe buang sembarangan? Bukannya loe santai-santai aja pas Mall-mall dibangun? Enakkan punya tongkrongan baru? Padahal itu daerah resapan. Hey, mall itu nggak akan dibangun tanpa melihat pengunjungnya tertarik atau enggak. Jadi menurut gw, ya ini salah kita bersama, dan kita harus memperbaiki bersama.

Ketua DPR : Marzuki Ali
Nah, ini yang paling baru. Dia berpendapat kalo tsunami itu resiko orang yang tinggal di pulau. Waktu ngebaca berita ini gw beneran bingung harus komentar apa. Karena menurut gw, dia salah ngomong kayak gitu dimana orang-orang sedang berduka, was-was, dan lain sebagainya. Gw menganggap pernyataan itu bukan hal yang diinginkan publik. Tapi kemudian gw mikir, ya sebenernya ada benernya omongan dia. Tapi disini gw tegaskan bukan khusus orang-orang yang tinggal di Pulau kecil seperti Mentawai, tapi kita semua. Gw nggak perlu ngasih tau kan kalo kita itu Negara Kepulauan? Nah ya itu sebenernya resiko kita semua, nggak ada yang tahu tsunami itu akan terjadi lagi diwilayah Indonesia lainnya. Kan kita berada diwilayah yang mempertemukan lempengan (apalah itu namanya, kurang paham juga gw). Jadi sebenernya itu emang udah resiko kita, penduduk Indonesia untuk mengalami tsunami, dan itu harusnya ngebuat kita berpikir gimana caranya meminimalisir korban jiwa saat terjadinya tsunami ataupun bencana alam yang lain (walaupun itu sebenernya kuasa Tuhan). Marzuki Ali salah karena pernyataan itu nggak perlu dikemukakan, tapi ya udahlah, biarin dia mau ngomong apa. Nggak ada yang tau kan kalo ternyata dia ngirim Hercules ke Mentawai atau nyumbang beratus-ratus juta? (Semoga ya Allah) Jadi, berhenti mikirin pendapat Marzuki Ali dan mulai berpikir gimana caranya bantuin saudara-saudara kita yang terkena musibah.

Presiden : Susilo Bambang Yudhoyono
Jadi gini, Presiden kita itu sedang melakukan beberapa lawatan kebeberapa Negara. Dan itu dia lakukan SEBELUM adanya peristiwa mematikan ditiga wilayah Indonesia. Terus banyak yang ngetweet minta SBY cepet balik ke Tanah Air. Sekarang coba dipikir, apa yang bisa dilakukan seorang SBY dibandingkan dengan 270 juta orang Indonesia yang lain? Iya, SBY pasti akan menggelar konfrensi pers tentang bencana alam itu, cukup penting untuk menenangkan hati warga negara, TAPI ya semuanya kan ditangan kita. Mau SBY ngomong apa, kalo kitanya nggak tergerak untuk bantu ya sama aja bo'ong donk? Jadi ya udahlah, jangan suka ngejelek-jelekin seseorang. Liat diri kita sendiri dulu.

Anggota DPR YANG melakukan studi banding
Kenapa gw tekankan kata YANG diatas subjudul? Karena gw sebenernya gerah sama orang yang mengatasnamakan 'anggota DPR' disetiap tweet nya untuk menyebut 'anggota DPR yang melakukan studi banding'. Gini yah, ada 560 anggota DPR, dan nggak semuanya melakukan studi banding entah itu ke Yunani lah, ke Turki lah, ke Itali lah. Jadi please, pilih kata yang tepat untuk berbicara sesuatu. Gw kasian aja sama anggota DPR yang beneran kerja dan menolak studi banding itu tapi ikut-ikutan dikatain karena prilaku temennya.

Nah intinya adalah, ayolah, jangan setiap ada kejadian apa-apa nyalahin Pemerintah. Kalo menurut film My Name Is Khan, cuma ada dua tipe manusia didunia ini, yang baik sama yang jahat. Dan gw yakin nggak semua orang di Pemerintahan itu jahat. Jangan berlakukan majas totem pro parte pada suatu hal yang nggak perlu.

Notes : Gw bukan fans Tifatul Sembiring apalagi PKS, gw mengidolakan Ali Sadikin dan bersifat Netral buat Fauzi Bowo, gw nggak ada hubungan darah sama SBY dan lebih suka kalo dia berpasangan sama JK, lalu gw kurang setuju Marzuki Ali jadi Ketua DPR, dan anggota keluarga gw emang ada yg pernah menjabat jadi anggota DPR. Tulisan dibuat seobjektif-objektifnya menurut gw, hahaha.

Dan siapa tau ada yang mau nyumbang, ini adalah rekening-rekening yang gw copy paste dari website resminya Palang Merah Indonesia :

1. Bank BCA, KCU Thamrin Jakarta, Nomor Rekening 206.300668.8, atas nama Kantor Pusat PMI.

2. Bank Mandiri, KCP JKT Krakatau Steel, Nomor Rekening: 070-00-0011601-7, atas nama Palang Merah Indonesia.

3. BRI, KC Pancoran, Jakarta, Nomor Rekening: 0390-01-000030-30-3, atas nama Palang Merah Indonesia.

19 August 2010

Hak dan Kewajiban

Hey! Apa kabar? Oke, nggak usah pake basa-basi kalo gw minta maaf nggak nulis selama lebih dari tiga bulan deh yah? Hahaha. Langsung ke pokok masalah deh. Hmm, jadi begini gw lagi seneng banget, bukan bukan, bukan seneng. Tapi lega, hmmm, enggak juga sih, bukan lega ini namanya. Sebentar, gw cari dulu kata-kata yang tepat.

1 detik.
2 detik.
3 detik.
4 detik.

Nyebelin yah? Hahaha.

Baiklah, ini namanya nyaman. Yep, ini yang namanya nyaman versi gw. Disaat loe nggak mikirin apapun dalam hidup loe, yang loe mau cuma hidup, nyapa orang-orang yang mungkin bahkan loe nggak kenal, dan jalan-jalan keliling daerah yang nggak pernah loe jamah sebelumnya, terus foto-foto dengan gaya norak semau loe. Seriusan, loe nggak perlu mikirin apa-apa. Entahlah, tapi gw selalu suka perasaan kayak gini. Perasaannya enak banget, ngelakuin apa aja jadi nggak ngedumel, marah-marah. Energi positif, ngeliat segala sesuatu jadi seru. Beban nggak ada, jadi mau lari-larian, loncat-loncatan, jungkir balik, atau terserah deh mau ngapain. Boleh banget.

DUGG!

Nah, gw kejedot, hahaha. Pas banget nih, saat gw lagi nulis ini tiba-tiba ada Broadcast Message dari temen kampus yang isinya tentang kegiatan akademik semester depan. Duh, jadi kepikiran deh mau masuk semester baru. Langsung ada beban lagi. Mikirin bangun pagi dan harus ke kampus, ngerjain tugas dan blablabla lain yang ngebuat males. Langsung drop nih perasaan gw. *Oke, drama!

Tapi kemudian pikiran gw langsung nambah, yaitu mikirin hak dan kewajiban. Ya kuliah emang kewajiban gw kan sebagai anak? Kalo kata Bokap gw : "Kamu udah bagus bisa sampe Kuliah, pernah masuk UI, dan sekarang jadi mahasiswa Unpad. Yang lain belum tentu seberuntung kamu!" Bukan berarti gw terpaksa untuk kuliah loh yah. Gw mau kok dibelakang nama gw ada S. blablabla nya, hahaha. Kan biar gaya gitu kalo diundangan kawinan gw. Dan setelah gw pikir-pikir, beban gw cuma satu, ya kuliah itu. Gw nggak akan ngomongin kehidupan gw setelah kuliah, karena bahkan kuliah gw belom beres. Jadi mendingan gw beresin dulu beban (baca : kewajiban) yang satu ini. Apa susahnya sih jadi Sarjana? Tinggal masuk kelas, nggak usah dengerin Dosen asal absen lancar terus ngerjain tugas dan UTS sama UAS dapet nilai rata2, beres kan? Semudah itu loh.

Baiklah, mari semangat untuk mengejar hak. Gw mau hak hidup nyaman gw balik setelah beres sama kewajiban kuliah gw. Hip hip horay. Btw, siapapun yang lagi puasa, selamat puasa yah. Sorry gw nggak puasa, abis tadi Teh Kotak yang gw beli kemaren menggiurkan, hahaha. *Plak!

28 May 2010

Senyum, Ketawa, SERU!

Hey, selamat pagi menjelang siang. Hari ini menyenangkan loh, haha. Padahal gw belom keluar kamar sama sekali. Keluar sih, tapi buat buang air kecil doank. Tadi sarapan juga delivery, jadi gak nyari makn diluar. Hari ini libur, dan gw baru tau sekitar beberapa jam yang lalu, via Twitter. Orang-orang heboh ngucapin selamat hari Waisak. Tolong dimaklumin yah, soalnya di kost-an gw emang gak ada kalender, haha.

Ini gw mau menulis keanehan yang sebenernya gak aneh buat gw (nah kan, gw juga bingung, haha). Jadi, akhir-akhir ini gw hobi banget ketawa, atau setidaknya senyum-senyum gak jelas. Alesannya gak tentu. Contoh nih yah, gw lagi jalan ke kampus pagi-pagi sekitar jam setengah delapan, gw ngeliat matahari dan gw KETAWA! Itu baru satu kejadian. Dua hari yang lalu waktu gw baru balik dari kampus dan jalan kaki balik ke kost-an, angin berhembus, gw ngerasain, dan gw KETAWA! Dan semalem, disaat hawa Jatinangor gak nyantai dan gw udah kecapekan karena naek angkot tiga kali dari Bandung ke Jatinangor (kenapa Bis Damri gak sampe malem sih? grrr) diperjalanan menuju kost-an gw liat langit. Bulan gak ada, Bintang cuma dikit, dan gw KETAWA! Aneh nya lagi, ini gw lagi ngetik sambil KETAWA! hahaha.

Ya Tuhan, sumpah demi apapun yah, gw bingung. Gw gak pernah nyobain Mushroom, seumur hidup gw dan semoga gak akan pernah. Tapi menurut temen-temen gw yang emang suka makan itu, mereka akan ketawa-ketawa gak jelas, halusinasi nya aneh-aneh. NAH! Gw ngerasa akhir-akhir ini hidup gw kayak abis makan mushroom, walaupun gak berlebihan sampe berhalusinasi dan ketawa gak berhenti-henti. Gw cuma ngeliat suatu detail yang kecil, yang mungkin gak penting bagi orang-orang, tapi sebenarnya lucu. Atau setidaknya ngebuat gw pribadi senyum-senyum. Kayak misalnya, daun yang berguguran, gw bisa senyum hanya karena itu. Atau karena rintikan hujan, gw bisa senyum. Aneh, tapi itu menyenangkan. Gw suka banget.

Hmm, mungkin ini karena kebiasaan gw yang hobi ngetawain diri sendiri kali yah? Iya, gw emang suka ngetawain diri gw. Entah karena kegoblokan gw, atau karena kesalahan-kesalahan yang gw lakuin. Contohnya, setiap gw keselek asep rokok gw sendiri, gw senyum-senyum. Setiap gw cegukan, gw ketawa. Setiap gw kegigit, gw bakalan teriak-teriak terus ketawa. Ya gitu, agak aneh sih. Tapi ketawa itu seru, dan gak pake bayar pula, jadi kenapa gak ketawa atau setidaknya senyum? Mungkin ini sebabnya gw gak begitu suka sama film komedi, karena apa yang ada disekeliling gw, udah cukup ngebuat gw ketawa.

Tuh kan, gw senyum-senyum gak jelas sama postingan gw yang gak penting ini, hahaha. Ya udah, gw cabut yah. Mesjid deket kost-an udah mulai ngaji, sekarang waktu nya mandi buat Sholat Jum'at.

Hey, siapapun yang baca. Liat langit deh, dan ketawa aja. Hidup itu seru loh! :)

16 May 2010

1 Hari 1 Bulan Sebelum 21

Hey, gw lagi deg-degkan nih. Karena sekarang tanggal 16 Mei, dan besok (yang berarti beberapa menit lagi) 17 Mei, dan bulan depannya adalah 17 Juni. Yang berarti gw berubah menjadi Power Rangers (ya enggak lah, bego) ehh, berubah menjadi orang yang berumur 21 tahun. Yang berarti gw seharusnya udan mempunyai 'sesuatu'. Yang berarti, ya elah, ini kenapa gw jadi yang berarti yang berarti mulu? Ya pokoknya, seharusnya gw udah punya sesuatu yang bisa gw banggain, sesuatu yang udah gw capai, sesuatu yang ngebuat orang-orang yang sayang sama gw bangga akan kehadiran gw didunia ini. Tapi sampai detik ini gw ngerasa gw belom ngapa-ngapain banget. Kerjaannya ngerepotin orang, khususnya Bokap gw. Malu banget masih minta-minta ke Bokap diumur yang udah kepala 2 ini. Harusnya saat gw menginjakan kaki diumur 20, gw udah punya penghasilan. Bagus bisa ngasih uang ke Bokap atau Nyokap, ya sekedar beliin mereka pulsa mungkin (err, kenapa gw mikirnya pulsa? Hahaha). Ya berhubung semua telat, jadi gw mau memulai sesuatu yang baru saat gw menginjakan kaki diumur 21. Harusnya gw lebih baik, lebih mikirin masa depan gw gimana. Enggak lagi mikirin huru hara sana sini. Maen sana maen sini. Dan ngabisin waktu buat hal-hal yang gak penting. Mulai tanggal 17 Mei (yang menurut jam laptop gw 20 menit lagi) gw akan buat rencana-rencana baru yang mau gw lakuin saat gw nyampe diumur 21 (semoga Tuhan ngizinin gw untk yampe diumur itu, AMIN) apapun yang bentuknya baik untuk gw, orang-orang disekitar gw, dan tentunya orang-orang yang gw sayang. Siapapun yang baca ini, bantu do'a yah! :D

13 May 2010

Salah Saya


Pertama, salah saya karena saya yang mau meladeni kamu. walaupun kamu bilang tidak ada reaksi bila tidak ada aksi. Tapi saya memilih bereaksi untuk meladeni, bukan diam. Jadi, ini salah saya. (0-1)

Kedua, salah saya yang tidak benar-benar menjelaskan kalau saya sudah memiliki pasangan, walaupun kamu bilang salah kamu yang tidak benar-benar mendengarkan penjelasan-secara-tidak-langsung saya. Tapi seharusnya saya bisa memilih untuk benar-benar menjelaskan, bukan menjelaskan secara-tidak-langsung. Jadi, lagi-lagi salah saya. (0-2)

Ketiga, salah saya karena dari awal kamu menghendaki untuk perlahan. Tapi saya beraksi dengan mengajak cepat, dan kamu terpancing. Ini tidak perlu diperdebatkan, salah saya. (0-3)

Keempat, salah saya yang tidak mempermasalahkan kepergian kamu nanti. Saya terlalu percaya bila kita jalan bersama, jarak tidak akan berpengaruh apa-apa. Karena setau saya, Matahari yang kamu lihat nanti, masih sama dengan Matahari yang saya lihat. Jadi bukan masalah. Tapi salah saya yang tidak bisa mengajak kamu untuk memiliki pikiran yang sama. Lihat, salah saya lagi. (0-4)

Kelima, salah saya karena dipikiran saya cinta ini belum selesai. Dan kamu terlihat-walaupun-secara-perlahan menjelaskan bila ini sudah selesai. Iya, memang salah saya. (0-5)

Sudah sampai diangka 5 saya berbuat salah kepada kamu. Dan ini aneh. Kita seakan mengakhiri sesuatu yang bahkan belum kita mulai.

06 May 2010

Lepas

hey, pernah ngerasa kalo waktu itu berjalan terlalu cepat gak? Kayak loe belom ngapa-ngapain tapi udah banyak rentetan kejadian yang terjadi. Dan loe rasanya mau teriak : "Woy, nyantai woy!"

Hahaha, mungkin lagi-lagi pikiran gw yang terlalu aneh untuk bisa mencerna sebegitu berharganya waktu. Albert Einstein pernah bilang kalo waktu itu ada untuk bisa membedakan kejadian. Sedangkan tokoh Cairo di film Belahan Jiwa nya Sekar Ayu Asmara dengan bangga berkata bahwa didunia dia, waktu itu gak eksis. Well, gw gak tau yang mana yang harus gw setujuin. Tapi untuk saat ini, gw sangat menikmati waktu-waktu yang bergulir. Gw gak ngerasa dikejar-kejar. Gw gak ngerasa si waktu lari begitu cepat. Seakan waktu bisa gw kuasain. Mau cepet mau lambat, gw yang ngendaliin.

Hidup gw belakangan ini emang terbilang santai. Banyak masalah yang dateng, tapi malah gw ajak main. Dan si masalah-masalah itu jadi kesel sampai akhirnya ninggalin gw (mulai deh Vin bego nya -red) sendirian. Pernah ngerasa lepas gak? Hmm, gw jelasin. Ngerasa kalo loe gak butuh apa-apa lagi karena loe sadar bahwa loe udah dikasih porsi sama Pencipta loe. Ngerasa kalo apa yang loe lakuin gak pernah salah karena loe udah sadar bahwa itu yang emang harus loe lakuin. Ngerasa bahwa hidup loe itu kayak air yang emang wajib menjalani hukum Archimides, menuju ketempat yang rendah. Itu 'lepas' versi gw.

Dan gak tau kenapa, lagi-lagi gw harus berterima kasih kepada seseorang yang secara tidak langsung mengajarkan atau mengingatkan gw untuk 'lepas' aja ngejelanin semuanya.

"Kalo kita mau maen layang-layang disebuah bukit. Boleh gak jalannya pelan-pelan?"

Ngerti gak maksud kalimat diatas? Gw mengambil kesimpulan, gak penting maen layang-layangnya. Yang penting proses mendaki kebukit itu. Dan itu pasti seru banget. Becanda-becanda norak, ketawa-ketawa gak jelas, cerita-cerita seru, sampe kejar-kejaran gak penting. Karena itu yang akan diinget.

Dengan berjalan kaki, kita bisa menikmati perjalanan kan? ;)

04 May 2010

:)

Hey hey hey dan hey.

Gw lagi bersemangat, nggak tau kenapa tapi rasanya gw kayak nemuin energi baru yang bisa gw gunain untuk ngelakuin apa aja. Dan ini menyenangkan. Rasanya kayak gw lahir lagi untuk yang kesekian kalinya. Yah, terserah lah mau dibilang lebay tapi beneran, itu yang gw rasain. Semua nya jadi terasa beda. Pandangan gw sama sesuatu jadi berubah, terlihat lebih bagus. Gw jadi hobi senyum-senyum sendiri. Mimpi gw selalu menyenangkan, dan bisa gw inget dengan baik. Semua yang ada diotak gw positif, dan gw bersyukur akan itu. Alhamdulillah.

Hmm, kalo mau nyari alesan kenapa gw bisa kayak gini. Mungkin jawabannya karena gw kemaren baru aja menghabiskan weekend gw di Bandung. Ya, Bandung saudara-saudara. Iya Bandung yang itu, Bandung yang jadi Ibukota nya Provinsi Jawa Barat. Bandung yang merupakan tempat dimana Konfresi Asia Afrika diadakan. Bandung yang terkenal karena Gedung Sate dan Brownies Kartika Sari nya. Bandung yang selalu ngebuat pusing karena jalan satu arahnya. Iya, Bandung yang itu. :)

Gw cuma 3 hari di Bandung, tapi percaya atau enggak. Gw ngerasa Bandung kembali menerima gw apa adanya. Gw bisa seneng cuma gara-gara ngeliat langit Bandung. Gw BAIKKAN sama Bandung. Bahkan disaat Bis Damri yang gw naikkin dari Jatinangor masuk daerah Moh. Toha gw udah girang setengah mati. Aneh aneh aneh.

Ditambah 9 jam dihari Sabtu yang ahhh, gila, gak ngerti lagi gw ngegambarin rasa senengnya. Gw akhirnya menginjakan kaki di Alun-Alun Kota Bandung. Yep, itu pertama kalinya buat gw. Dan gw -walaupun cuma sedikit- ngerasain keramahan Braga yang banyak dilewatin mobil-bobil padahal jalanannya sempit. Macet yang menyenangkan, hahaha. Gw suka kawasan Setiabudi (atau nulisnya Setiabudhi yah? Ya pokoknya itulah, :p) dengan pohon-pohonya yang berdiri gagah, dengan rumah-rumah angkuh yang terbangun disana. Musim gugur ADA di Setiabudi. Gw juga suka kawasan (aduh gw gak tau namanya) sekitar daerah Sushi Tei Bandung dan Batagor Kingsley, gw gak tau namanya tapi itu juga menyenangkan. Rumah-rumah dengan arsitektur Belanda (kalo gak salah yah) ada disitu, ngebuat gw langsung nyari 'real house' nya Elektra di Buku Supernova Episode Petir. Menyenangkan. Terima kasih buat yang mau susah-susah nemenin gw selama 9 jam, dan mau dengerin cerita-cerita konyol dan bego nya gw.

Gw mau Bandung lagi, masih banyak tempat-tempat yang harus gw kunjungin. Mau nemenin kan? :p

29 April 2010

Senja

HEY! Apa kabar? Udah lama banget sejak postingan terakhir gw, hahaha. Maaf gak pernah nulis-nulis lagi, gak tau kenapa lagi males banget buat sekedar ngetik-ngetik gak penting. Tapi hari ini gw punya sesuatu untuk ditulis, ya biasalah, bagi-bagi cerita.

Jadi begini, gw itu sejak dulu benci banget sama yang namanya senja. Alasannya? Agak tolol sih emang, tapi alesan gw sesederhana ini : dia adalah satu-satunya warna langit yang ngebuat gw sedih. Warna nya merah berdarah, dan ya gitu bikin galau gak karuan, hahaha.

Lucunya, waktu tahun 2007 (tepatnya saat gw masuk Kuliah di Sastra Belanda UI) gw punya temen yang juga gak suka sama senja. Sampe sekarang gw gak tau alaesan dia apa, tapi yang pasti wajah senja yang ada dilangit sama persis kayak air muka nya dia. Dan gw selalu manggil dia sebagai senja, dan dia -yang tau alesan gw gak suka sama senja- selalu marah kalo gw manggil gitu. Dia selalu ngebela diri :
"Ihh, apaan sih Vin? Gw gak senja!"

Gw lebih suka sama sore atau petang dibandingin sama senja. Hmmm, mungkin pada bingung dengan perbedaan senja, sore, dan petang. Tapi buat gw (yang kebetulan agak buta warna, hahaha) senja itu warna nya kayak warna kuning yang ditembak dengan peluru warna merah. Aneh deh, gak suka ngeliatnya. Kalo sore itu, warna biru, nah ini favorit gw. Setiap hari gw selalu seneng natap awan disaat jam setengah 4 sampe jam 5an, langit kayak lagi ikhlas menyambut si Bulan (err, agak putis gak apa-apa kan? hahaha). Nah, kalo petang lain lagi. Petang itu warna nya kelabu, kayak warna hitam yang ditimpa sama warna putih, dan tetep seru untuk diliat.

Dan hampir setiap hari gw mengamati langit saat jam setengah 4 sampe jam 6an. Sambil memutuskan apakah langit pada saat itu siapa yang menang, antara si senja, si sore, dan si petang.

Oh iya, temen gw yang gw panggil petang itu namanya Umi Anisa. Dan sebenernya 'senja' itu panggilan akrab gw sekaligus menanyakan kenapa dia sedih, hahaha. Aneh emang, tapi saat itu kita dalam lingkungan Sastra yang kuat banget. Jadi nya yah gitu, suka maen-maenin bahasa. Nah, karena dia gak terima gw panggil senja, dia balas dendam dengan manggil gw sebagai 'tuan siang' padahal gw sama benci nya sama siang, hahaha. well, gw gak benci siang, tapi gw benci matahari. Matahari jam 11 sampe jam 2 tepatnya, suka nyolot sih dia. Ngebuat gw dan orang-orang kepanasan (gw yakin pada setuju kan? Lol).

Balik lagi ke senja, setelah sekian lama gw mengklaim diri gw sebagai pembenci senja, tiba-tiba ada kejadian yang membuat gw jadi tergila-gila sama senja. senja itu romantis, hahaha.

Sejak 3 hari yang lalu ini yang ada diotak gw :
Gw naik sepeda menuju lapangan yang luas banget dan penuh ilalang, tepat saat jam 4an sama seorang sahabat gw. Kami berdua cuma pake kaos putih oblong, dan celana pendek. Terus disana kami berdua maen layangan, maen tinggi-tinggian, saling ketawa-ketawa. Terus pas udah capek kita duduk-duduk sambil ngeliatin matahari yang tenggelam, dan langit hari itu SENJA.

Tau gak? Gw cuma mikirin itu aja ngerasa damai nya parah-parahan, hahaha. bisa dibilang berlebihan sih, tapi itu yang gw rasain.

Mana layangan buddy gw? :)

09 November 2009

Campur

Hey, gwe gak bisa tidur, dan gwe lari nya ke loe. Sorry yah udah lama banget gak dibuka-buka, gwe emang lagi sok sibuk, hahahaha. Hmm, jadi apa kabar ? Gwe lagi ngerasa baik banget sama semua kehidupan gwe (kecuali kehidupan Kuliah, LOL) karena sepertinya mimpi gwe untuk nerbitin buku semakin besar peluangnya setelah temen gwe yang kerja di penerbit Lingkar Pena nawarin 'Chendrawati's Story' untuk diterbitin. Walaupun ini masih omongan kasar dan belum terlihat jelas arah pembicaraannya, tapi gwe sangat semangat dalam mengedit dan 'mengobrak-abrik' naskah Chendrawati.

Seperti yang loe semua bisa temuin di Blog gwe ini, gwe udah nge-post beberapa episode Chendrawati, tapi akhirnya gwe putuskan untuk berhenti nge-post nya di Blog karena pembacanya tidak terdeteksi (makanya, kalo abis baca, komentar donk, LOL). Jadi, 'Chendrawati's Story' hanya di post di Facebook gwe aja, dan sekarang udah selesai masa 'tayang'-nya dengan jumlah 26 episode.

Di naskah yang nanti akan gwe serahkan ke Lingkar Pena, akan ada tambahan Prolog dan 2 episode, yah, itung-itung bonus yang udah baca 'Chendrawati's Story' di notes Facebook gwe tapi tetep mau beli buku nya (AMIEN ya ALLAH sampe bisa terbit).

Selain sedang sibuk finishing si Chendrawati, gwe dan temen gwe yang namanya Asyharul Fityan (bisa diliat disamping kanan nama nya, tinggal klik kalo mau mengunjungi Blog nya) sedang buat cerita keroyokan yang agak kontroversial, hahahaha, lucu nya dia yang heboh banget dengan cerita ini, karena sebenernya ide awalnya juga dari dia, tapi akhirnya gwe ikut terjerumus dengan imajinasi-imajinasi Djawa (nama panggilannya), sampai akhirnya, kemaren gwe dan Djawa begadang di Toni Jack's Sarinah dari jam setengah 2 pagi sampe jam 7 pagi. Dan hasilnya Bab 1 dari cerita kami selesai. Harusnya bisa langsung ngelanjutin ke Bab 2, tapi waktu igtu kami butuh riset dan di tempat kami begadang gak ada Wifi, jadilah kami berdua ngobrol2 aja sampe pagi.

Btw, ini cerita gwe campur-campur gini, hahahaha. Ya udahlah, gak apa-apa kan ? Sip, gwe cabut kalo gitu. Semoga gwe akan sering ngunjungin loe yah Secara we juga udah agak males sama Facebook kecuali permainan Poker dan Notes-notes Tag-an temen-temen gwe, hahahaha.

AZ :)

23 October 2009

Twitter & Tumblr

oke, udah lama banget gwe gak update berita apa-apa dan postingan cerita di Blog gwe ini. Penyebabnya adalah : GWE PUNYA TWITTER DAN TUMBLR, hahahaha. jadi temen-temen, kalo lagi gak punya kesibukan, main-main lah di Tumblr gwe, dan cari tauk apa yang gwe lakukan di Twitter (berasaaaa artesss, xp).

Tumblr : http//agastiazirtaf.tumblr.com/
Twitter : http//twitter.agastiazirtaf.com/

Have a nice life, guys ! :D

06 October 2009

Get It Now

SEGERA DIRILIS !
Kumpulan Cerpen Digital "The Hermes : Hermes For Charity" yang rencananya akan dibukukan juga, semua dana yang terkumpul melalui pembelian baik versi Digital maupun Buku akan disumbangkan kepada korban bencana gempa di Padang, Sumatera Barat.

Ps. untuk info pembelian dan lain-lain, hubungi : sitty.asiah@hotmail.com

28 August 2009

Semester 3, MULAI!


Kayaknya udah lama banget gwe gak cerita tentang kehidupan pribadi, hehehehehe. Jadi pembaca -yang kurang kerjaan karena ngebaca ini, becanda-becanda, LOL- Blog, gwe sebentar lagi akan menginjakan kaki di Semester 3 untuk pertama kalinya di dalam dunia Perkuliahan (waktu di UI gak sempet Semester 3 karena keburu resign, xp) gwe. Alhamdulillah, IP Semester 2 cukup memuaskan bagi gwe walaupun kalo dibandingin anak-anak yang lain IP gwe termasuk rendah, tapi ini sangat memuaskan dibandingin IP perdana gwe saat Kuliah di Unpad yang zzzzz banget.

Kemaren, gwe baru aja ngelakuin Perwalian (semacam pengisian SIAK-NG kalo di UI tapi manual dan harus menghadap Dosen langsung), dan Semester mendatang gwe akan sibuk sama 15 SKS aja, seneng sih karena enggak terlalu padet dan gwe bisa mengosongkan 1 hari dari 5 hari jadwal Kuliah sesungguhnya. Berikut Jadwal Kuliah Semester 3 gwe :

#Dasar-Dasar Ilmu Politik (3 SKS)
Senin, 08.30-10.30 ruang C.305

#Filsafat Ilmu (3 SKS)
Senin, 13.00-15.30 ruang B.302

#Teori Komunikasi (2 SKS)
Selasa, 13.50-16.20 ruang D.301

#Pengantar Statistik (3 SKS)
Rabu, 08.30-10.30 ruang D.301

#Psikologi Sosial (2 SKS)
Kamis, 08.00-09.40 ruang D.301

#Asas-Asas Manajemen (2 SKS)
Kamis, 09.40-11.20 ruang D.301

Semester 3 akan dimulai pada hari Senin, tanggal 31 Agustus 2009, ahhh, pengen banget cepet-cepet masuk Kuliah dan memperbaiki kekurangan yang banyak gwe lakuin tahun pertama. Semoga di tahun kedua ini Perkuliahan gwe semakin baik, AMIEN AMIEN AMIEN.