03 January 2012

Konsistensi

Hey, apa kabar?

Oke, jadi begini, gue sekarang memutuskan untuk ikut proyek yang sebenernya proyek udah lama banget diikuti oleh orang-orang, yaitu #30HariMenulis di Blog. Kenapa gue bilang proyek yang udah lama banget? Karena sekarang, blogger-blogger yang gue blogwalking-in udah pada punya proyek #365HariMenulis di Blog! Hahaha. Gue nggak yakin gue bisa sekonsisten itu, maka gue memilih untuk melakukan proyek yang lama aja.

Sejauh ini gue lagi konsisten nih, ya, berhubung masih tiga hari juga. Semoga konsistensi gue ini berlangsung selama 27 hari ke depan sehingga gue bisa pamer kalo ternyata gue cukup konsisten!

Oh iya, gue nggak akan nulis di blog ini, karena seperti yang kalian tau (Tau? Emangnya gue siapa? Woy!) bahwa blogspot gue hanya dijadikan untuk jadi tempat curhatan gue aja, atau segala macem pemikiran gue tentang apapun.

Jadi, buat temen-temen yang mau ngecek konsistensi gue, silakan main ke blog gue yang satu lagi, ini linknya: AZ!

By the way, sebenernya gue juga mau konsisten nulis tentang kejadian sehari-hari gue disini. Tapi entah kenapa gue yakin kalo hidup gue nggak seseru itu, jadi lain kali aja deh #30HariMenulis blog kejadian sehar-hari disini, hahaha.

See you soon, blog!

02 January 2012

Kutinggalkan Hatiku Di Jalan Braga


Hey lagi!

Maaf, belum juga 24 jam gue udah nulis lagi disini. Tapi gue baru sadar kalo gue belum mempromosikan buku gue yang diterbitin melalui nulisbuku.com yang tadi gue mention di postingan gue sebelumnya.

Jadi, gue mengumpulkan semua notes Facebook gue, yang ternyata banyak banget (Dan ternyata gue segalau itu!), karena tadinya gue berencana untuk nge-deactive account disana. Rencananya sih buat lucu-lucuan aja dijadiin buku melalui nulisbuku.com. Setelah naskahnya gue upload dan diterima oleh mereka dan gue udah mencetak tiga buku untuk gue sendiri, ternyata banyak temen gue yang mau beli, sehingga ngebuat gue mengurungkan niat untuk menarik peredarannya di nulisbuku.com.

Untuk temen-temen disini yang mungkin mau beli, silakan:


Atau mungkin yang tertarik dengan design cover buku gue, bisa mengubungi Amritsa, dia yang ngebuat cover keren Jalan Braga di atas. :)

Terima kasih.

01 January 2012

Resolusi (mungkin) Terakhir

Hey, apa kabar?

Iya iya, silakan marahin gue yang udah lama banget nggak nulis disini, hahaha.

Jadi, halo semuanya. Apa kabar? Sekarang udah tahun 2012 loh. Menurut kalender Suku Maya, waktu gue hidup sekitar 1 tahun lagi karena tanggal 21 Desember 2012 adalah akhir dunia. Hahaha!

Tapi, thanks to the Mayan, gue jadi mikirin kalo sampe beneran kejadian kiamat pada tanggal itu. Karena sekarang gue jadi terburu-buru mau ngelakuin apa yang pengen gue lakuin. Gawat sih, karena deadlinenya tinggal 1 tahun. Tapi apa salahnya mencoba?

Jadi, sekarang gue akan membuat resolusi (yang mungkin) terakhir. Setelah gue pikir-pikir, ternyata apa yang gue mau di dunia itu simple. Kelewatan malah simplenya. Karena gue tipe orang yang bebas dan nggak begitu ribet ngurusin ini dan itu, hal yang pengen gue lakuin di dunia adalah:

1. Keliling

Oke, jadi ambisi gue untuk keliling dunia nggak mungkin terlaksana di tahun ini kecuali tiba-tiba ada miliyarder yang ngewarisin semua hartanya ke gue, dan itu nggak mungkin karena gue nggak punya kenalan miliyarder. Jadi, kita persempit aja 'keliling' nya menjadi keliling Indonesia. Walaupun Indonesia itu luasnya lebay banget, dari 33 provinsi di Indonesia, gue udah nginjekin kaki 12 provinsi, yaitu: DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Sumatera Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, (perbatasan) Jawa Timur, dan Bali. Well, belom setengahnya, tapi gue udah bangga dengan pencapaian gue itu. Jadi, obsesi gue tahun ini: Gue harus nginjekin kaki di Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi. Setidaknya, sebelum kiamat, gue harus nginjekin kaki di setengah dari jumlah provinsi di Indonesia, yaitu 16/17 provinsi. Gue cuma butuh 4/5 provinsi lagi supaya resolusi ini berhasil! Selain itu, berhubung gue dari SD suka banget sama Geografi, dan hafal mati dengan letak astronomis Indonesia (6°LU-11°LS dan 95°BT-141°BT), dari dulu gue punya obesesi berdiri di titik tersebut, yang berarti gue harus ke Sabang, Kep. Rote, Kep. Talaud, dan tentu saja Merauke. Selain empat titik itu, ada satu kota yang juga penting harus didatengin karena dia punya tugu istimewa, yaitu Tugu Khatulistiwa. Yang nebak Pontianak silakan traktir diri kalian masing-masing. Hahaha!

2. Terbit

Nggak ada hubungannya dengan Matahari karena seperti yang kalian tau (Hah? Emangnya kalian tau? Siapa gue?) kalo gue itu bukan fans Matahari, gue orang malam, lebih suka aktif dan berkegiatan di malam hari. Terbit disini adalah menerbitkan buku. Jadi, udah lamaaaaaaa banget gue pengen punya buku, dan Alhamdulillahnya ada sebuah website yang bisa ngebuat setengah mimpi gue tercapai di akhir 2011 kemarin, nama websitenya nulisbuku.com. Disitu siapa pun bisa nerbitin buku. Serius! Mau loe kirim naskah catetan belajaan loe disana, kalo lebih dari 100 halaman, pasti bisa terbit, hahaha. Tapi berhubung gue sadar kalo itu cupu (Bukunya nggak masuk toko buku by the way, loe cuma bisa mesen via online. Jadi jangan tanya gue bisa dibeli di Gramedia mana!), gue harus banget nerbitin buku tahun ini dengan cara yang benar, ya, melalui penerbit.

3. Film

Gue cinta sama film, bahkan film paling jelek yang pernah dibuat oleh Nayato Fio Nuala pun kadang gue tonton buat hiburan. Lumayan loh, kalo lagi kesel, ngabisin uang sekitar 20 ribuan (Karena nggak segitu begonya ngabisin banyak uang buat film yang udah pasti jelek.) nonton film sambil ngetawain betapa begonya sutradara dan produser yang cuma mau duit. Jadi, tahun ini gue harus bikin film, mau sependek apapun. 15 menit kek gitu, atau 10 menit juga nggak apa-apa. Eh, 5 menit juga nggak apa-apa. Wait, emang ada film pendek yang cuma 5 menit? Ya, pokoknya bikin film deh.

That's it! Nah kan, resolusi (yang mungkin) terakhir gue ternyata simple, kan? Nggak ribet. Cuma berhubung yang buat resolusi ini gue, orang yang sama yang buat postingan sebelum postingan ini, yaitu: orang pemales! Kita liat aja nanti.

Oke, sampai beretemu lagi blog. Semoga nggak lama-lama yah ketemu laginya.

14 April 2011

Cerita Fajar

Hey, gue balik! :)

Jadi seperti yang gue tulis di post sebelumnya. Gue lagi didalam titik terendah dalam masalah pendidikan gue. Cupu sih emang masalahnya, tapi tau nggak kalo selama ini gue selalu berpikir bahwa satu-satunya masalah dalam hidup gue adalah: KULIAH!

Kemaren akhirnya gue gagal, tugas gue nggak selesai dan gue memutuskan untuk menyerah. Iya, gue akhirnya nyerah, gue matiin laptop dan gue tidur. Nggak peduli dengan apa yang nanti menimpa gue. Kesel sih, tapi berhubung udah lewat, mau gimana lagi? Gue nggak bisa ngelawan gue. Gue yang sok pintar selalu berhasil mengalahka gue yang sok bijaksana. Itu masalahnya!

Kali ini gue menghadapi situasi yang sama. Yep, gue sedang mengerjakan tugas yang akan dikumpulin jam 8 pagi nanti. Ini lebih parah dari sekedar tugas mapping kemaren. Kali ini tugasnya bikin makalah dengan studi kasus. Bayangin, studi kasus? Bahkan gue nggak tau harus nulis apa di kolom pembahasan. Semangat gue masih ada untuk ngerjain tugas ini, semoga aja nggak kayak kemaren deh. Semoga!

12 April 2011

Curhatan Brutal

Hey Blog, apa kabar?

Parah, udah lama banget gue nggak ngunjungin loe. Post terakhir adalah tahun lalu di bulan November? Wow, loe melewatkan banyak cerita dari gue kan pasti? Hahaha. Jadi mari kita mulai bercerita, agar kita kembali akrab.

Jadi, saat gue ngetik ini sebenernya gue lagi dikejar sama yang namanya deadline TUGAS yang emang gue tumpuk dari bahkan tiga minggu yang lalu. Tugas itu harus dikumpulin nanti jam 8 pagi. Dan ada TUGAS lain yang harus dikumpulin jam 1 siang. Waktu gue kurang lebih 3 jam untuk ngerjain dua tugas itu, tapi seperti yang loe tau, gue malah nulis blog. Karena apa? Karena gue bingung gimana harus ngerjain tugasnya. Tunggu, tunggu, salah. Gue bukannya nggak tau bagaimana cara mengerjakannya, tapi gue nggak tau kenapa gue nggak punya mood untuk ngerjainnya. Seakan-akan gue nggak punya tanggung jawab disana.

Dan ini yang aneh, sejak tiga minggu yang lalu gue ngerasain ini. Ngerasain kalo gue berada di Jurusan yang salah, bukan bukan, bukan Jurusannya yang salah. Gue menyalahkan Universitasnya. Bukan juga sih, hmm, oke, gue yang salah. Gue menyalahkan diri gue yang tiba-tiba memutuskan untuk pindah Kuliah di tempat yang ternyata ngebuat gue nggak nyaman untuk tinggal. Ahh, gue barusan bilang apa? 'nggak nyaman'? Shit! Akhirnya keluhan itu keluar juga dari mulut gue -well, melalui tulisan- yang udah berkali-kali coba untuk nggak gue keluarin.

Pemikiran bahwa kesalahan terbesar gue adalah pindah dari Universitas Indonesia yang jelas-jelas berlokasi di Depok yang cuma berjarak kurang lebih 15 menit dari rumah gue ke Universitas Padjadjaran yang sayangnya berada di Jatinangor -bukan Bandung!- dan ngebuat gue ngerasa terkekang. Tapi ... Percaya nggak kalo gue bilang begini: Jatinangor ngebuat gue nyaman di bidang spiritual. Uang gue sangat aman disini, gue nggak main kemana-mana, gue cuma ke Jatos, satu-satunya mall di Jatinangor -Yes! Kepanjangannya adalah Jatinangor Town Square- yang nggak mungkin loe ngabisin uang jajan mingguan loe disana kecuali kalo loe emang niat. Pernafasan gue sangat lancar di Jatianngor, dan yang paling penting adalah ... Ide nulis gue sangat mengalir deras setibanya gue di Jatiangor. Mungkin kalian yang baca berpikir bahwa ini adalah pembenaran gue aja, supaya gue nggak sedih-sedih amat setelah salah mengambil keputusan. Tapi hey, novel pertama gue, ya maksud gue adalah novel yang pertama kali bisa gue selesaikan dan belom terbit gue buat di Jatinangor. Ide-de cemerlang gue adalah hasil ratapan di bawah langit Jatiangor.

Jadi sebenernya apa sih maksud Tuhan dengan semua ini? Kuliah gue jelas berantakan, bahkan kalo ada temen kampus di UI yang bilang gue berantakan saat kuliah disana, saat di Unpad gue jauh lebih berantakan. Dan yang paling gue keselin dari diri gue adalah, gu terlalu pintar untuk membuat excuse untuk diri gue sendiri. Gila nggak? Bahkan gue bisa ngibulin diri gue sendiri!
Gue lagi ditahapan sangan tidak nyaman dengan kehidupan perkuliahan gue. Gue tau kalo ini drama banget, tapi kali ini gue beneran takut. Gue takut ngecewain orang tua gue karena gue gagal di masalah akademik. Gue memulai sesuatu yang hebat saat gue kecil. Rangking sepuluh besar sewaktu SD, masuk SMP unggulan, mulai tolol pas SMA, tapi ngebuat dua kali keajaiban saat SPMB. Dua kali gue lolos SPMB, gue terlalu dibanggakan. Tapi sekarang kalo misalnya gue DO? Arrrrggghhhhh.

Sorry nyampah banget Blog, gue bingung harus cerita ke siapa. Loe tau kan kalo gue terlalu hebat ngasih saran ke orang, terlalu pinter ngebuat orang tenang, terlalu keren saat ngepersuasi orang. Tapi saat masalah dateng ke gue? Gue nggak tau apa yang harus gue lakukan, karena kalo pun gue cerita ke temen atau sahabat gue, nggak akan ada hasilnya. Karena ini salah gue, cuma gue yang bisa ngubah semuanya. Gue kesel karena gue tau gue bisa rajin, gue kesel karena gue terlalu imajinatif, gue kesel karena mimpi gue gampang diraih, gue kesel karena gue tau kalo gue mampu, gue kesel karena semua orang gampang percaya sama gue.

"Terlalu mudah ngebuat loe jadi males. Sama halnya kayak orang yang terlambat padahal rumahnya deket. Dia menggampangkan!"

Oke, sekian ketikan gue tentang kehidupan gue. Do'ain gue bisa ngerjain tugas dan nggak tidur yah Blog. See you.

01 November 2010

Anak Kost Seutuhnya

Hey, apa kabar? Semoga baik-baik aja. Nggak kayak gw yang lagi dalam keadaan memprihatinkan (Drama dimulai, hahaha.) beberapa hari belakangan ini. Orang bijak atau mungkin orang sok tahu pernah berkata bahwa orang nggak akan bisa sepenuhnya bersyukur akan suatu hal kalo suatu hal tersebut belom diambil. Dan kali ini gw bicara tentang kesehatan, dan keuangan.

Jadi begini ceritanya, dengan sangat bodohnya tiga minggu yang lalu gw menghilangkan kartu ATM gw, kartu hidup gw -berlebihan, tapi beneran- yang sangat berharga itu di Jatinangor sekitar hari Selasa. Sebenernya gw nyantai karena saat itu uang cash yang ada didompet gw cukup untuk memenuhi kehidupan gw sampai hari Kamis karena pada hari itu gw balik ke rumah gw di Depok. Nah, bodohnya, gw nggak langsung ke kantor polisi dan apply kartu ATM yang baru di Jatinangor karena gw mikir mungkin lebih enak kalo gw ngebuat kartu ATM nya di tempat gw buka rekening yaitu di Bank deket rumah gw yang berarti di Depok. Akhirnya saat gw pulang hari Kamis ke Depok, gw langsung lah mengurus ini itu tentang pembuatan kartu ATM di hari Jum'at, dan akan jadi dua minggu kemudian. TAPI gw melakukan kesalahan terbesar, karena setelah itu ternyata mata kuliah hari Selasa dipindah ke hari Jum'at jam 1 siang dan baru selesai jam 3 sore yang berarti gw nggak punya kesempatan untuk ngambil kartu ATM jika gw balik hari Jum'at karena Bank udah tutup dan hari Minggu gw udah harus balik ke Jatinangor lagi karena ada kuliah Senin pagi.

Minggu pertama tanpa ATM berjalan lancar karena uang mingguan gw dikasih cash sama Bokap sebelum gw balik hari Minggu. Nah, masalah mulai muncul saat gw nggak balik di minggu kedua. Sebenernya adek gw udah nge-BBM gw untuk nanya apakah gw punya nomer rekening temen gw supaya dikirim kesana aja dan bisa diambil pake ATM temen gw itu. Tapi gw nya ngegampangin, gw cukup percaya diri dengan ngejawab kirim ke rekening gw aja uang mingguan itu karena gw mikir toh gw bawa buku tabungan gw ke Jatinangor dan nggak ada masalah untuk ngambil uang di Teller. Dan tibalah minggu kedua di Jatinangor, hari Senin gw ngambil uang mingguan gw 70%-nya, entah apa yang gw pikirkan saat itu nggak ngambil uang mingguan gw semuanya.

Senin sampai Rabu nggak ada masalah berarti, gw dengan gampang beli makan minum, sampe cemilan-cemilan yang nggak penting dan keimpulsifan lainnya kalo gw udah masuk Alfamart. Tapi tibalah di hari Kamis tanggal 28 Oktober bertepatan dengan Sumpah Pemuda, malam itu gw ngerasa badan gw panas dan gw langsung mengantisipasinya dengan make balsem yang ada dikamar gw. Besok paginya yaitu Jum'at gw mulai mual-mual dan akhirnya muntah. Akhirnya gw mendeklamasikan bahwa gw sakit, tapi karena setelah Sholat Jum'at ada UTS, gw paksain ke Kampus. Dan disinilah kesialan gw berlanjut. Selesai UTS gw ke kantin untuk makan, dan ternyata uang gw didompet tinggal 50 ribu. Nggak kurang nggak lebih, itu juga harus dikurangin lagi dengan makan dan minum yang udah gw pesen, sehingga sisa uang 38 ribu. Saat itu gw males mikirin gimana nasib gw kedepannya. Sampe di kost-an uang itu masih utuh 38 ribu karena gw kebetulan selalu pulang jalan kaki, beda saat berangkat yang selalu dikejar-kejar waktu, jadinya naik ojek, hahaha. Nah, dikamar kost-an gw udah niat untuk pulang kerumah dengan perhitungan angkot dari kost-an ke halte Cileunyi 2 ribu, terus naik Primajasa jurusan Lebak Bulus 26 ribu, angkot menuju Terminal Depok dari Pasar Rebo itu 4 ribu, dan angkot dari Terminal Depok sampe depan rumah gw itu 3 ribu. Jumlahnya 35 ribu! Sisa 3 ribu buat uang jaga-jaga (Oh, betapa menyedihkannya uang jaga-jaga cuma 3 ribu, hahaha.) kalo ada apa-apa ditengah jalan.

Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain, gw makin sakit. Bahkan untuk ngecek handphone aja gw nggak kuat. Maka dari itu gw memutuskan untuk tidur aja dan berharap gw akan mendapat pencerahan. Gw bangun keesokan harinya dengan tubuh yang semakin nggak enak. Dan sialnya air galon gw abis. Dan uang gw tentu nggak bertambah, tetap 38 ribu. Akhirnya gw beli Botol Aqua 1,5 liter aja untuk minum hari Sabtu dan Minggu seharga 3 ribu 5 ratus. Gw mau beli makan jadi mikir-mikir ngeliat kondisi keuangan gw yang memprihatinkan. Sampe akhirnya gw harus merelakan 4 ribu 5 ratus rupiah lagi untuk mie rebus telor karena gw laper dan gw harus minum obat. Untungnya gw masih punya persediaan Neozep, Vicks Vaporub dan Inhaler, Balsem Caplang, Miyak Kayu Putih, sampe Minyak angin. Jadi gw bener-bener make semua yang bisa gw pake untuk menghilangkan sakit gw itu. Setelah melewatkan makan siang, gw kelaperan dimalam hari, tapi lagi-lagi gw kepikiran uang gw yang tinggal 30 ribu rupiah. Sampe akhirnya gw baru inget kalo gw punya ini :



Gw emang punya kebiasaan nyimpen uang receh disuatu wadah dibandingkan harus punya celengan, karena gw selalu berpikir kalo dalam keadaan terjepit uang-uang diwadah bisa diambil tanpa harus merusak tempatnya itu sendiri. Dan setelah gw mengais recehan, ternyata 5 ratusan yang gw kumpulin sampe 20 ribu. Wow, gw ngerasa jadi orang kaya saat itu. Dan nggak pake mikir, langsung pesen makanan donk. Tapi ternyata makanan didalam perut gw nggak bertahan lama, mereka maksa keluar lagi. Saat itu gw beneran pengen pulang atau nelvon Adek atau Bokap atau Nyokap gw minta jemput, tapi gw berpikir inilah saat dimana gw bener-bener belajar hidup sendiri. Keuangan menipis, kesehatan lagi nggak baik. Wah, pokoknya gw belajar banget dari pengalaman ini.

Akhirnya gw bersemangat untuk ngelawan sakit gw. Biasanya kalo dirumah gw selalu dikerokin nyokap gw, karena emang udah kebiasaan buat gw untuk dikerokin. Tapi kali ini gw harus bisa ngegambar badan gw sendiri (baca : kerokan). Dan senjata pun dipersiapkan :


Gw ngebalurin semua badan gw pake dua benda diatas, sampe ke pelipis kepala segala. Pokoknya sampe badan gw udah kayak mendidih saking panasnya (Oke, lebay.) tuh balsem dan minyak angin. Kemudian dengan menggunakan koin 5 ratus gw gambar lengan gw, dari bahu kearah tangan. Dan ternyata merah banget, parah, gw sampe syok sendiri dengan hasil yang gw dapatkan. Gw beneran masuk angin. Akhinya setelah tangan kiri gw berhasil berubah warna, giliran tangan kanan.


Dan nggak puas cuma dibagian tangan, gw kerok juga bagian leher, dada gw sampe perut. Sebenernya janggal karena harusnya bagian yang dikerok itu bagian punggung. Tapi berhubung gw ceritanya lagi belajar mandiri dan nggak enak juga minta tolong ketemen gw di Jatinangor untuk ngerokin gw. Jadi bagian depan badan gw lah yang gw jadiin tempat corat-coret. Dan hasilnya, errr, bahkan gw serem sendiri ngeliatnya. Kalo ngeliat gambar kerokan tangan gw aja udah serem, ternyata bagian dada dan perut lebih serem lagi.

Akhirnya dari Sabtu malem sampe Minggu sore (Yep, gw tidur lebih dari 12 jam) gw cuma bisa tidur, dan memesan makan lagi untuk mengisi perut gw yang kosong walaupun ada resiko bakal gw muntahin lagi. Akhirnya, sekarang udah Senin, gw berencana untuk ke Bank untuk ngambil uang setelah selesai kuliah jam 10 pagi nanti terus langsung cabut pulang ke Depok dan minta perhatian dari keluarga yang udah nggak ketemu selama 2 minggu lebih. Untung hari mata kuliah hari Selasa udah dipindah ke hari Jum'at, jadi gw bisa pulang, sampai hari Rabu karena hai itu Kuliah gw dimulai jam 2 siang yang berarti berangkat Rabu pagi pun nggak masalah.

Nah, begitulah cerita gw kali ini yang dipenuhi dengan gambar-gambar, hahaha. Ya pokoknya, pengalaman gw sakit kali ini bener-bener berkesan dan ngebuat gw berpengalaman. By the way, saat ngetik ini gw menggunakan kaos yang ditiban dengan jaket super tebel, gw make celana batik panjang. Dan tidak lupa kaos kaki. Kepala gw masih sedikit pusing tapi pusing yang masih bisa ditolerir. Jaga kesehatan teman-teman, musim hujan dan kemarau sedang berakulturasi!

27 October 2010

Menurut Pendapat Saya

Hey, udah lama gw nggak nulis disini, padahal sebenernya banyak hal yang bisa dan perlu gw tulis supaya nanti pas gw tua, gw bisa baca kelabilan gw, hahaha. Jadi setelah berpikir mau nulis apa (ada banyak hal yang mau ditulis tapi nggak berkesinambungan dan lagian kalo kepanjangan, males juga kan bacanya? -kayak ada yang baca, Lol-) di blog ini, gw langsung sign in deh.

Oke, beberapa hari yang lalu terjadi tsunami di Mentawai, Sumatera Barat. Dan beberapa hari sebelumnya terjadi banjir bandang di Wasior, Papua. Lalu yang paling baru adalah meletusnya Gunung Merapi di Jogjakarta. Semuanya menelan korban jiwa, nggak peduli berapa banyaknya, tapi yang namanya suatu bencana alam menelan korban jiwa maka itu kejadian besar dan kita sebagai manusia yang mempunyai perasaan tentunya mengalami duka juga, terlebih bila ada saudara atau teman kita yang tertimpa musibah tersebut. Aneh sih sebenernya, gw bisa ngomong kayak gini di blog gw aja. Gw memperlihatkan empati gw disini, bukan di Twitter yang kemungkinan besar dibaca banyak orang (ya, bukannya sombong, tapi follower gw yang entah kenapa ngefollow gw hampir mencapai 500). Menurut gw terlalu banyak orang yang menunjukan empatinya dan itu ngebuat gw jadi gimanaaa gitu. Bukannya menyalahkan keempatian seseorang, tapi hey, bencana nya udah kejadian loh. Oke loe ikut sedih tapi ya udah, sekarang pikir gimana caranya ngebantu mereka yang tertimpa musibah itu. Gw yakin kok semua orang yang ngebaca, ngeliat, ngedenger berita itu akan merasa berempati, minimal bagi yang muslim akan mengucapkankan Innalillahi atau Astaghfirullah kan? Bagi yang enggak, hmm, rasa kemanusian loe perlu dipertanyakan, hahaha.

Dari pantauan gw melalui twitter, orang-orang yang gw follow maupun orang yang tweet nya di Retweet sama orang-orang yang gw follow, banyak banget yang salin tolong menolong, dan itu bagus, rasa kemanusiaan di Negara ini ternyata masih ada. Gotong royong masih terlihat. Mau agama loe apaan, suku loe apaan, kita saling tolong-menolong.

Tapi ada aja hal yang ngebuat kesel karena pada akhirnya ada aja sebagian orang yang menyalahkan pemerintah (yep, pemerintah), memang, sebagain tweetnya masuk akal dengan menghina Anggota DPR, Menteri, Gubernur, Ketua DPR, sampai Presiden. Gw jabarin satu-satu deh supaya lebih enak dibacanya. :D

Menteri : Tifatul Sembiring
Menteri ini berpendapat bahwa kejadian bencana alam yang terjadi di Indonesia adalah azab yang diberikan kepada Yang Maha Kuasa karena wilayah-wilayah terebut melakukan hal yang dilarang agama, bahkan dia menyertakan dalil. Hal ini yang ngebuat pengguna twitter geram. Kalo menurut pendapat gw, ya emang pendapat itu tidak perlu dikemukanan, tapi sebegitu bencinyakan orang-orang itu kepada Menteri sampai dihujat sebegitunya? Bukannya kita harus menghargai pendapat dia? Ya terserah dia lah mau bilang apa, intinya, kalian udah ngebantu belom? Ngapain harus mikirin pendapat Menteri itu?

Gubernur : Fauzi Bowo
Oke, ini adalah hal terkonyol yang gw pantau di twitter akan banjirnya wilayah Jakarta dan semua orang yang terjebak banjir dan macet nyalahin Gubernur nya. Aduh, gimana yah? Jakarta kan bukan punya Fauzi Bowo, tapi milik semua orang yang hidup atau bergaul atau bermata pencaharian disana. Masa nyalahinnya ke dia? Halooo, macet kejadian karena loe semua pada make mobil pribadi, terus kakak loe make mobil sendiri, adek loe make mobil sendiri, bokap loe make mobil sendiri, dan nyokap loe make mobil sendiri. Dan banjir kejadian karena banyaknya sampah dikali yang ngebuat air meluap. Terus nyalahin Fauzi Bowo gara-gara sampah yang loe buang sembarangan? Bukannya loe santai-santai aja pas Mall-mall dibangun? Enakkan punya tongkrongan baru? Padahal itu daerah resapan. Hey, mall itu nggak akan dibangun tanpa melihat pengunjungnya tertarik atau enggak. Jadi menurut gw, ya ini salah kita bersama, dan kita harus memperbaiki bersama.

Ketua DPR : Marzuki Ali
Nah, ini yang paling baru. Dia berpendapat kalo tsunami itu resiko orang yang tinggal di pulau. Waktu ngebaca berita ini gw beneran bingung harus komentar apa. Karena menurut gw, dia salah ngomong kayak gitu dimana orang-orang sedang berduka, was-was, dan lain sebagainya. Gw menganggap pernyataan itu bukan hal yang diinginkan publik. Tapi kemudian gw mikir, ya sebenernya ada benernya omongan dia. Tapi disini gw tegaskan bukan khusus orang-orang yang tinggal di Pulau kecil seperti Mentawai, tapi kita semua. Gw nggak perlu ngasih tau kan kalo kita itu Negara Kepulauan? Nah ya itu sebenernya resiko kita semua, nggak ada yang tahu tsunami itu akan terjadi lagi diwilayah Indonesia lainnya. Kan kita berada diwilayah yang mempertemukan lempengan (apalah itu namanya, kurang paham juga gw). Jadi sebenernya itu emang udah resiko kita, penduduk Indonesia untuk mengalami tsunami, dan itu harusnya ngebuat kita berpikir gimana caranya meminimalisir korban jiwa saat terjadinya tsunami ataupun bencana alam yang lain (walaupun itu sebenernya kuasa Tuhan). Marzuki Ali salah karena pernyataan itu nggak perlu dikemukakan, tapi ya udahlah, biarin dia mau ngomong apa. Nggak ada yang tau kan kalo ternyata dia ngirim Hercules ke Mentawai atau nyumbang beratus-ratus juta? (Semoga ya Allah) Jadi, berhenti mikirin pendapat Marzuki Ali dan mulai berpikir gimana caranya bantuin saudara-saudara kita yang terkena musibah.

Presiden : Susilo Bambang Yudhoyono
Jadi gini, Presiden kita itu sedang melakukan beberapa lawatan kebeberapa Negara. Dan itu dia lakukan SEBELUM adanya peristiwa mematikan ditiga wilayah Indonesia. Terus banyak yang ngetweet minta SBY cepet balik ke Tanah Air. Sekarang coba dipikir, apa yang bisa dilakukan seorang SBY dibandingkan dengan 270 juta orang Indonesia yang lain? Iya, SBY pasti akan menggelar konfrensi pers tentang bencana alam itu, cukup penting untuk menenangkan hati warga negara, TAPI ya semuanya kan ditangan kita. Mau SBY ngomong apa, kalo kitanya nggak tergerak untuk bantu ya sama aja bo'ong donk? Jadi ya udahlah, jangan suka ngejelek-jelekin seseorang. Liat diri kita sendiri dulu.

Anggota DPR YANG melakukan studi banding
Kenapa gw tekankan kata YANG diatas subjudul? Karena gw sebenernya gerah sama orang yang mengatasnamakan 'anggota DPR' disetiap tweet nya untuk menyebut 'anggota DPR yang melakukan studi banding'. Gini yah, ada 560 anggota DPR, dan nggak semuanya melakukan studi banding entah itu ke Yunani lah, ke Turki lah, ke Itali lah. Jadi please, pilih kata yang tepat untuk berbicara sesuatu. Gw kasian aja sama anggota DPR yang beneran kerja dan menolak studi banding itu tapi ikut-ikutan dikatain karena prilaku temennya.

Nah intinya adalah, ayolah, jangan setiap ada kejadian apa-apa nyalahin Pemerintah. Kalo menurut film My Name Is Khan, cuma ada dua tipe manusia didunia ini, yang baik sama yang jahat. Dan gw yakin nggak semua orang di Pemerintahan itu jahat. Jangan berlakukan majas totem pro parte pada suatu hal yang nggak perlu.

Notes : Gw bukan fans Tifatul Sembiring apalagi PKS, gw mengidolakan Ali Sadikin dan bersifat Netral buat Fauzi Bowo, gw nggak ada hubungan darah sama SBY dan lebih suka kalo dia berpasangan sama JK, lalu gw kurang setuju Marzuki Ali jadi Ketua DPR, dan anggota keluarga gw emang ada yg pernah menjabat jadi anggota DPR. Tulisan dibuat seobjektif-objektifnya menurut gw, hahaha.

Dan siapa tau ada yang mau nyumbang, ini adalah rekening-rekening yang gw copy paste dari website resminya Palang Merah Indonesia :

1. Bank BCA, KCU Thamrin Jakarta, Nomor Rekening 206.300668.8, atas nama Kantor Pusat PMI.

2. Bank Mandiri, KCP JKT Krakatau Steel, Nomor Rekening: 070-00-0011601-7, atas nama Palang Merah Indonesia.

3. BRI, KC Pancoran, Jakarta, Nomor Rekening: 0390-01-000030-30-3, atas nama Palang Merah Indonesia.